Bea Cukai Jateng dan DIY Setor Rp20,64 Triliun ke Kas Negara

Penerimaan ini baru mencapai 47,87 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp43,11 triliun.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
14 Agustus 2020, 05:00
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Semarang – Hingga akhir Juli 2020, Bea dan Cukai Wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil menyetor Rp20,64 triliun ke kas negara. Hal tersebut disampaikan dalam rapat dialog kinerja organisasi yang diadakan secara daring pada Senin (10/08).

Penerimaan ini baru mencapai 47,87 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp43,11 triliun. Namun bila melihat secara proporsional terhadap target sampai dengan Juli 2020, pencapaian tersebut telah mencapai 100,75 persen, dengan kontribusi terbesar dari penerimaan cukai hasil tembakau yang mencapai 100,95 persen dari target trajectory.

“Capaian sebesar Rp20,64 triliun ini terdiri atas bea masuk sebesar Rp853,13 miliar, bea keluar Rp33,13 miliar dan cukai sebesar Rp19,75 triliun,” kata Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Nur Rusyidi melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (13/08)

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa penerimaan yang perlu mendapatkan atensi lebih karena terdampak outbreak Covid-19, yaitu penerimaan bea masuk dan bea keluar. Berdasarkan data penerimaan, memang sudah bisa diprediksi bahwa bea masuk dan bea keluar pasti akan turun. “Ini memang secara nasional melemah,” ujar Nur.

Berbeda dengan penerimaan kepabeanan, penerimaan cukai terpantau cukup baik dan didominasi oleh penerimaan cukai hasil tembakau sebesar Rp18,94 triliun.

Adapun penerimaan cukai etil alkohol kembali landai setelah terjadi kenaikan signifikan pada Maret 2020 atas tingginya permintaan produk disinfektan dan cairan pembersih tangan (handsanitizer). Penurunan tren penerimaan cukai etil alkohol juga sejalan dengan fasilitas pembebasan cukai etil alkohol terkait dengan pandemi Covid-19.

Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng dan D.I Yogyakarta, Padmoyo Tri Wikanto meminta seluruh jajarannya agar dapat terus mengawal capaian penerimaan. “Seperti diketahui bersama, penerimaan cukai masih menjadi andalan,” ujarnya seraya meminta terus menjalin komunikasi terkait cukai, impor dan ekspor. “Kawasan berikat, non-kawasan berikat juga terus dipantau,” ujar Tri.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait