Target Jokowi Bangun Sejuta Rumah Akhirnya Tercapai pada November 2018

Ini adalah kali pertama program satu juta rumah mencapai target sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2015.
Ameidyo Daud Nasution
7 Desember 2018, 17:49
Perumahan
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Pekerja menyelesaikan pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) untuk Nelayan di Desa Kedungmalang, Kedung, Jepara, Kamis (20/7). Sebanyak 200 rumah bantuan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk Nelayan setempat tersebut pembangunannya sudah mencapai 55 persen.

Program satu juta rumah tahun ini akhirnya mencapai target. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, hingga bulan November lalu, 1.041.323 unit hunian telah dibangun.

Pencapaian target ini adalah yang pertama sejak program satu juta rumah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2015. Basuki mengatakan, upaya ini buah kerja sama semua pihak mulai dari pemerintah pusat, pemda, bank, dan pengembang. "Dari tahun ke tahun trennya meningkat," kata Basuki dalam siaran pers, Jumat (7/12).

Pemerintah akan terus mengupayakan cara meningkatkan lagi pembangunan hunian bagi masyarakat. Apalagi saat ini beberapa program telah dilakukan mulai dari pembangunan rusunawa Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), hingga rumah kawasan terpencil.

Pemerintah juga membantu skema pembiayaan pembangunan, kemudahan izin, dan penggunaan teknologi baru. "Juga kemitraan badan usaha dan partisipasi masyarakat serta mendorong pengembangan perumahan skala besar," kata Basuki.

Advertisement

(Baca: Kejar Sejuta Rumah, Pemerintah Benahi Infrastruktur dan Perizinan)

Dalam acara Federasi Real Estat Internasional di Bali pada Kamis (6/12), Basuki menyampaikan harapan agar investor internasional untuk menanamkan modal di sektor properti Indonesia. Sebaliknya, investor lokal diharapkan menjadi pemain global.

Dalam forum yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan, REI akan menyuarakan penyediaan rumah layak dan terjangkau oleh masyarakat. Selain itu pengembangan kawasan pariwisata juga akan menjadi pembahasan. "Keahlian kami dapat digunakan menyediakan fasilitas akomodasi seperti hotel," kata dia.

Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait