Penembakan Nduga, Jokowi: Tangkap Pelaku, dan Lanjutkan Trans Papua

“Kita tidak akan takut oleh hal seperti itu,” kata Jokowi.
Ameidyo Daud Nasution
5 Desember 2018, 14:29
Trans Papua
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Foto udara Jalur Trans Papua di ruas jalan Wamena-Habema, Papua, Selasa (9/5).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar seluruh pelaku penembakan di Kabupaten Nduga, Papua, ditangkap. Selain itu, Jokowi juga menginstruksikan agar penembakan yang menewaskan 20 orang (sebelumnya diberitakan, korban jiwa sebanyak 31 orang) tersebut tak mengganggu jalannya proyek Trans Papua.

"Saya juga telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan tersebut," kata Jokowi dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (5/12). 

Jokowi menjelaskan, dia telah mendapat laporan terbaru dari Panglima TNI terkait penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua tersebut. 

(Baca juga: Kasus Penembakan di Papua, Moeldoko Minta Pegiat HAM Tak Tutup Mata)

Advertisement

"Saya telah mendapatkan laporan terbaru dari Panglima TNI yang saat ini sudah berada di Papua dan Kapolri mengenai dugaan penyerangan dengan penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua yang telah mengakibatkan gugurnya para pekerja yang tengah bertugas membangun jalan Trans Papua," tutur Jokowi. 

Selain itu, Jokowi memastikan bahwa pembangunan infrastruktur di Papua tetap berlanjut. "Pembangunan infrastruktur di tanah Papua tetap berlanjut. Kita tidak akan takut oleh hal seperti itu," katanya.

Jokowi mengatakan setiap pembangunan di Papua pasti dilakukan dengan penjagaan oleh TNI. "Kami menyadari pembangunan di tanah Papua itu memang medannya sangat sulit dan juga masih dapat gangguan seperti itu," kata dia.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait