Neraca Perdagangan Agustus Diprediksi Surplus Setelah Defisit Juli

Pengusaha menilai defisit yang terjadi pada Juli 2017 diakibatkan oleh hari kerja yang terpotong libur Lebaran.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
15 September 2017, 08:36
Pelabuhan Ekspor
Arief Kamaludin|KATADATA

Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan mengumumkan data perdagangan Agustus 2017. Berbagai kalangan memprediksi neraca perdagangan akan kembali surplus, setelah pada Juli 2017 lalu mengalami defisit.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri  memprediksi neraca perdagangan akan kembali positif.

“Tidak ada kekhawatiran defisit melebar dari Juli 2017 karena periode itu kenaikan yang signifikan dari migas, terutama minyak dan itu temporer,” ujarnyaJumat (14/9).

(Baca juga:  Harga Barang Tambang Naik, BI Prediksi Neraca Dagang Agustus Surplus)

Selain migas, defisit pada Juli 2017 lalu diakibatkan oleh kenaikan impor barang modal dan bahan baku. Menurutnya, hal ini secara tidak langsung akan berdampak bagi peningkatan produksi sektor industri yang akhirnya mendorong ekspor.

Dari sisi pasar, Kasan menilai pasar-pasar ekspor utama Indonesia seperti Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan terus menujukkan perbaikan pertumbuhan ekonomi.

“Saya perkirakan ekspor ke negara-negara tersebut masih tetap naik begitu pula ke negara tujuan non tradisional seperti kawasan Timur Tengah,” imbuhnya. 

(Baca juga: Indonesia dan Uni Eropa Bahas Isu Sawit di Perundingan Dagang Ketiga)

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Perdagangan Benny Soetrisno. Ia meyakini neraca perdagangan bakal kembali surplus karena siklus industri telah berjalan normal. “Kalau Juli kan terpotong oleh libur Lebaran,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Juli 2017 mengalami defisit sebesar US$ 270 juta. Saat itu, nilai ekspor tercatat US$13,62 miliar, sementara impornya US$13,89 miliar.

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait