Puluhan Triliun Anggaran Bulog untuk Stok Pangan

Bulog diminta lebih cepat serap gabah di tujuh kabupaten yang harganya merosot hingga di bawah harga pembelian pemerintah.
Image title
1 Februari 2017, 17:56
Jokowi Sidak Gudang Bulog
Kris | Biro Pers Sekretariat Presiden

Perum Bulog merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat porsi terbesar dalam misi stabilisasi harga pangan. Untuk itu, tahun ini Bulog menyiapkan dana hingga puluhan triliun rupiah.

Dana tersebut berasal dari pinjaman perbankan, serta jaminan pemerintah. "Kita bicara anggaran, itu sudah disiapkan sampai akhir tahun," kata Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Rabu, 1 Februari 2017.

Anggaran terbesar Bulog adalah untuk pengadaan beras. Tahun ini Bulog menyiapkan modal sebesar Rp 27,8 triliun untuk pembelian beras. Di antaranya terdiri dari Rp 23,45 triliun untuk pengadaan 3,2 juta ton beras subsidi, dan Rp 4,42 triliun untuk pengadaan 500 ribu ton beras komersil.

(Baca juga: Uji Materi UU Peternakan Ancam Kelanjutan Impor Daging India Bulog)

Selain itu, Bulog juga menyiapkan anggaran untuk pengadaan 818.590 ton gula sebesar Rp 8,45 triliun. Sementara untuk 900 ribu ton jagung, Bulog menganggarkan Rp 2,67 triliun. Bulog juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,80 miliar untuk mendatangkan 500 ton kedelai, Rp 11,25 miliar untuk menyerap 500 ton bawang merah, Rp 525 miliar untuk 47.112 ton minyak goreng dan sebesar RP 3,58 untuk 70.000 ton daging.

Khusus untuk beras, Djarot mengatakan bahwa penyerapan gabah petani sebenarnya telah berjalan. Sepanjang Januari 2017, jumlah total gabah petani serapan Bulog mencapai 4.000 ton. "Kita sudah serap, sudah diambil," katanya.

Sementara, Menteri Pertanian Amran Sulaiman meminta Perum Bulog dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk lebih cepat menyerap gabah dari petani. Penyebabnya adalah jatuhnya harga jual gabah kering panen (GKP) petani di 7 kabupaten sampai di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) senilai Rp 3.700 per kilogram.

(Baca juga: Menteri Amran Bantah Harga Cabai Rawit Penyebab Inflasi Tinggi)

Rendahnya harga jual GKP di 7 kabupaten ini berkebalikan dengan harga jual gabah rata-rata nasional yang naik 2,83 persen ke Rp 4.754 per kilogram. “Kami dorong Bulog dan PPI untuk bergerak cepat,” kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman selepas Rapat Koordinasi di kantor Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (1/2/2017).

Adapun tujuh kabupaten yang harga gabahnya anjlok di bawah HPP adalah Purworejo sebesar Rp 3.300 per kilogram, Jepara Rp 3.400 per kilogram, Kendal Rp 3.600 per kilogram, Banjarnegara Rp 3.500 per kilogram, Grobogan Rp 3.500  per kilogram, Rembang Rp 3.500 per kilogram, dan Tuban Rp 3.700 per kilogram.

Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari 2017, harga gabah di tingkat petani mengalami kenaikan sebesar 2,83 persen ke Rp 4.754 per kilogram. Sementara di tingkat penggilingan, kenaikan tercatat sebesar 2,69 persen ke Rp 4.844 per kilogram. "Secara nasional memang naik," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto.

(Baca juga: Produsen dan Distributor Sepakat Jual Gula Satu Kilo Rp 12.500)

Reporter: Muhammad Firman, Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait