Jokowi Resmikan Bendungan Tapin, Bisa Mengairi 5 Ribu Hektare Sawah

Bendungan Tapin juga dapat difungsikan sebagai penahan banjir dan menyokong perairan calon ibu kota baru.
Image title
18 Februari 2021, 12:29
Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Kalsel, Kamis (18/02/2021).
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi saat meresmikan Bendungan Tapin di Desa Pipitak Jaya, Kabupaten Tapin, Kalsel, Kamis (18/02/2021).

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tapin di Tapin, Kalimantan Selatan pada Kamis (18/2). Jokowi mengatakan, bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung 56,77 meter kubik sehingga bisa mencegah terjadinya banjir.

"Perannya sangat penting dalam pengendalian banjir dan juga perkuat ketahanan pangan," kata Jokowi saat peresmian Bendungan Tapin, Kalimantan Selatan, Kamis (18/2).

Bendungan tersebut dapat memenuhi layanan irigasi untuk 5.472 hektare. Kemudian, bendungan dapat menyediakan air baku sebesar 0,50 meter kubik per detik, menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 3,3 megawatt.

Adapun, kemampuan reduksi banjir mencapai 60% dari debit air dengan periode ulang 1.000 tahun atau 172 meter kubik per detik. Jokowi pun menyampaikan, banjir di Tapin bisa berkurang dengan sangat drastis.

Padahal, beberapa waktu lalu, banjir di Kalimantan Selatan mencakup area yang sangat luas, kurang lebih melanda di 10 kabupaten/kota. Oleh karena itu, perlu penanganan secara komprehensif dari hulu hingga ke hilir.

Ia pun meminta gubernur dan bupati untuk melakukan intervensi dengan merehabilitasi lahan untuk mencegah banjir di masa mendatang. " Penghutanan kembali, penanaman kembali di lahan-lahan terutama terkait daerah aliran sungai perlu segera dilakukan secara besar-besaran," ujar dia.

PULUHAN RIBU HEKTARE LAHAN SAWAH TERDAMPAK BANJIR
PULUHAN RIBU HEKTARE LAHAN SAWAH TERDAMPAK BANJIR (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.)

 

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menanyakan warga yang terdampak relokasi seiring dengan pembangunan bendungan. Warga pun memastikan, ia telah mendapatkan biaya ganti rugi sehingga bisa membangun rumah di area lain.

Selain itu, Jokowi pun melihat adanya potensi pariwisata di bendungan tersebut. "Fungsinya bisa melihat keindahan di sekitar waduk sehingga bisa jadi objek pariwisata di Kalimantan Selatan," ujar dia.

Sebagai informasi, Bendungan Tapin dibangun dengan total biaya Rp 986,5 miliar. Masa pembangunan Bendungan Tapin dilakukan selama lima tahun, yaitu pada 2015-2020. Bendungan utama terdiri dari beberapa bangunan, yaitu bangunan pelimpah, fasilitas relokasi, bendungan pelana, serta bangunan pengambilan yang akan dimanfaatkan untuk penerima manfaat. 

Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal menyatakan, bendungan tersebut telah bekerja dengan efektif. "Dalam banjir besar beberapa waktu lalu, salah satu keuntungan bendungan ini berhasil menahan banjir di Tapin sehingga Tapin paling kecil efek banjirnya," kata dia.

Ia berharap, bendungan ini juga bisa memberikan manfaat lainnya, seperti sumber energi listrik dan pengairan sawah. Terlebih, sawah di sekitar wilayah tersebut sudah mengalami panen sebanyak empat kali.

"Dengan bendungan ini, pertanian meningkat dan menjadi penyuplai pangan bagi calon ibu kota baru," ujarnya.

Dalam peresmian tersebut, Jokowi turut didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Presiden Moeldoko. Hadir pula Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Selatan dan Forkopimda Tapin.

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait