M Cash Incar Dana Segar Rp 300 miliar Saat IPO

PT M Cash Integrasi Tbk berencana melantai di bursa pada 31 Oktober 2017. Sebagian dana yang diperoleh akan digunakan sebagai modal kerja.
Miftah Ardhian
6 Oktober 2017, 18:33
 Bursa Efek Indonesia
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tidak berubah pada pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/7).

PT M Cash Integrasi Tbk (MCI) berencana untuk melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 31 Oktober 2017. Rencana tersebut merupakan salah satu langkah perusahaan digital ini untuk memperoleh dana segar sekitar Rp 300 miliar.

Managing Director MCI Jahja Suryandy menjelaskan, perusahaannya menawarkan sampai dengan 216.383.300 saham baru, atau setara dengan 25% dari total modal. Harga yang ditawarkan antara Rp 1.300 per lembar saham sampai dengan Rp 1.450 per lembar saham.

"Target perolehan dana sekitar Rp 280-314 miliar," ujar Jahja saat konferensi pers, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (6/10).

Adapun, PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek utama (lead underwriter) dari aksi korporasi tersebut. Adapun masa booked building akan berlangsung pada 6-13 Oktober 2017 dan penawaran umum akan berlangsung pada 24-26 Oktober 2017.

Jahja menjelaskan, 60% dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja, 30% untuk pembelian mesin dan pengembangan perangkat lunak serta mengembangkan infrastruktur IT lainnya. Sedangkan sisanya, sebesar 10% akan digunakan untuk melakukan kompetensi termasuk Sumber Daya Manusia.

MCI yakin harga yang ditawarkan akan diminati investor. Hal ini terlihat dari roadshow yang dilakukan MCI di Hongkong, Singapura, dan Jakarta dan sampai saat ini permintaan (demand) yang telah masuk mencapai 7,2 kali dari yang ditawarkan. Namun, Jahja memastikan, tidak akan menambah jumlah porsi saham yang dilepas.

Adapun, tingkat penjualan yang dilakukan MCI pada kuartal I-2017 mencapai Rp 269,3 miliar atau melonjak 152,6% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Dengan demikian, MCI merupakan perusahaan digital yang telah memperoleh laba bersih sebesar Rp 3,2 miliar di kuartal I-2017 atau naik 289,5% jika dibandingkan periode yangs ama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 800 juta.

”Posisi keuangan Perseroan saat ini berada dalam kondisi yang sangat sehat, mencatatkan posisi kas bersih sebesar Rp 45 miliar per 30 April 2017,” ujar Jahja.

Direktur Utama MCI Martin Suharlie menjelaskan, perusahaan sendiri memiliki bisnis yang mengembangkan suatu kios digital pertama di Indonesia, yang mampu mengeluarkan berbagai jenis kartu fisik, termasuk mobile SIM dan e-money dengan registrasi secara otomatis, tanpa perlu menggunakan rekening perbankan.

"Kami ingin melengkapi saluran distribusi dan mempertajam penetrasi pasar dari produk-produk digital kami, mulai dari saluran online hingga offline, dari saluran modern hingga saluran tradisional sampai menembus ke lapisan masyarakat," ujar Martin.

Sementara, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengungkapkan, penggunaan dana yang ditujukan untuk melakukan ekspansi bisnis ini akan membuat pelaku pasar semakin antusias untuk meramaikan proses IPO dari MCI ini.

Harga Rp 1300-1450 per saham yang ditawarkan pun dinilai wajar karena belum ada perubahan sampai dengan masa pemaparan publik ini. "Yang terpenting adalah animo saham M Cash yang dipesan banyak, baik itu berasal dari para pelaku investor lokal maupun mancanegara," ujar Nafan.

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait