IHSG Berhasil Naik 0,64%, tapi Hari ini Diprediksi Kembali Melemah

IHSG hari ini diprediksi melemah karena tekanan jual masih sangat tinggi.
Image title
21 Mei 2021, 07:03
Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/5/2021). IHSG pada perdagangan menjelang libur cuti lebaran 2021 ditutup melemah 37,44 poin atau 0,6 persen ke level 5.938,
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/5/2021). IHSG pada perdagangan menjelang libur cuti lebaran 2021 ditutup melemah 37,44 poin atau 0,6 persen ke level 5.938,35.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,64% menjadi berada di level 5.797 pada perdagangan Kamis (20/5). Pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (21/5), indeks diprediksi melemah meski ada potensi menguat terbatas.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan menyebut, secara teknikal tekanan jual pada perdagangan hari ini masih sangat tinggi sehingga diperkirakan masih akan melemah dalam jangka menengah.

Berdasarkan analisisnya, area support pertama dan kedua IHSG pada perdagangan hari ini ada di level 5.760 dan 5.724. Sedangkan area resistance ada di level antara 5.850 dan 5.823.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika menyentuh support, harga biasanya akan kembali ke atas karena peningkatan pembelian. Namun jika tertembus, harga akan terus turun untuk menemukan titik support baru

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan terhambat.

"Pergerakan masih dibayangi kekhawatiran akan semakin tingginya kasus Covid-19 di beberapa negara di Asia termasuk di Indonesia," kata Dennies.

Simak Databoks berikut: 

Ada beberapa saham yang menurutnya layak untuk diperhatikan oleh investor pasar saham pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama mengindikasi ada potensi pelemahan pada pergerakan IHSG hari ini. Adapun, support maupun resistance minimum berada pada level 5.767 hingga 5.828.

"Terlihat pola bearish inside bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan pada pergerakan IHSG," kata Nafan Aji dalam riset tertulisnya.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Sebaliknya, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat meski terbatas. Adapun area pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini ada di rentang level 5.711 dan 5.978.

Menurutnya, kenaikan yang dialami oleh IHSG pada perdagangan hari ini masih bersifat teknikal rebound. Sehingga potensi kenaikan masih terbuka lebar selama IHSG mampu mempertahankan support level terdekatnya.

"Pascarilis data perekonomian neraca perdagangan yang menunjukkan hasil yang baik juga turut menjadi penunjang bagi pergerakan IHSG," kata William.

Ada beberapa saham yang menurut William layak untuk menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait