Wejangan Nadiem Makarim bagi Perintis Startup

Menurut Nadiem, hendaknya para perintis usaha tak terlalu banyak mendengar kata orang.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
5 Desember 2018, 06:00
Gojek
Arief Kamaludin|Katadata
Foto replika pendiri dan CEO Go-Jek Indonesia, Nadiem Makarim, di salah satu stand pamer Gojek.

Nadiem Makarim merupakan sosok sentral di balik kesuksesan Go-Jek, salah satu dari empat unicorn Indonesia. Ia pun membagikan pelajaran yang ia dapat selama berbisnis bagi para perintis startup.

Ia menyatakan, kepercayaan diri adalah kunci utama. Untuk memulai usaha baru, hendaknya para enterpreneur tak terlalu memikirkan kata orang. "Termasuk saya sebenarnya," kata dia sambil tertawa dalam acara Google for Indonesia di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Selasa (4/12). Sebab, terlalu banyak opini yang didengar justru dapat menambah keraguan untuk memulai usaha.

Menurutnya, seseorang harus memulai dulu usahanya, baru bertanya kepada mentor terkait pengembangan bisnis. "Kalau tidak mulai dulu, tidak akan jalan," kata Nadiem.

Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa seorang pebisnis harus menjadi dirinya sendiri. Misalnya, membuat layanan dan model bisnis berdasarkan pengalaman sendiri. "Tapi jarang ada yang mau menjadi teladan," kata dia. Kebanyakan orang hanya meniru kesuksesan orang lain.

(Baca juga:  Tantang Grab, Go-Jek Mulai Uji Coba Aplikasi di Singapura)

Selain itu, seorang pebisnis juga harus memiliki keinginan untuk bereksperimen atas produk yang ingin dijual. Riset dan bertanya kepada ahli sangatlah penting, supaya strategi yang diambil tepat. Dengan begitu, usaha yang dirintis bisa tumbuh berkesinambungan.

Pada kesempatan itu, ia juga mengutarakan bahwa ada dua hal yang membuat Go-Jek tumbuh cepat yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) dan keberuntungan. Menurutnya, SDM yang berkualitas akan menghasilkan produk dan layanan yang diminati para pengguna. Sementara keberuntungan, akan membuatnya bersyukur dan menciptakan keinginan untuk tumbuh lagi.

Sementara, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan, para pendiri startup juga harus memperhatikan regulasi. Sebab, mengutip data McKinsey, menurutnya regulasi bisa mempengaruhi bisnis hingga 50%. "Ini pesan saya kepada anak muda, regulatory management," kata dia.

Reporter: Desy Setyowati

Video Pilihan

Artikel Terkait