BPJT Targetkan Sistem Tol Tanpa Berhenti Diterapkan Tahun Depan

“Kami mau cari teknologi yang bisa dipakai semua,” ujar Wahyudi
Miftah Ardhian
Oleh Miftah Ardhian
27 Oktober 2017, 18:45
Antre Gerbang Tol
ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Sejumlah kendaraan antre memasuki gerbang tol Cibubur di jalan tol Jagorawi, Jakarta Timur, Rabu (15/3). Data Ditlantas Polda Metro Jaya menunjukkan pertumbuhan kendaraan bermotor yang mencapai 7 persen hingga 9 persen per tahun menjadi salah satu penyeba

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tengah melakukan kajian terkait teknologi yang akan digunakan untuk mengoperasikan sistem Multi Lane Free Flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa henti. Artinya, pengguna tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol.

Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BPJT Wahyudi Mandala Putra mengatakan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan sistem MLFF tersebut agar bisa diterapkan paling lambat akhir tahun 2018. Salah satu persiapan yang tengah dilakukan yakni mengkaji teknologi yang akan diterapkan untuk mendukung sistem tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang akan segera menerapkan system tersebut untuk program jalan berbayar secara elektronik atau elektronik road pricing (ERP). BPJT ingin agar teknologi yang digunakan di jalan tol dan ERP bisa terintgrasi. Sehingga, tidak perlu adanya hal-hal bersifat teknis yang dilakukan dua kali oleh pengemudi atau pemilik kendaraan.

“Kami mau cari teknologi yang bisa dipakai semua,” ujar Wahyudi saat ditemui usai acara diskusi Gerakan Nasional Non Tunai, di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (27/10).

(Baca: Pemerintah Berlakukan Satu Tarif di Tol Jagorawi )

Salah satu yang juga tengah dipersiapkan adalah pelaksanaan lelang penyelenggara teknologi tersebut. Nantinya, akan ada gabungan perusahaan (konsorsium) terpilih yang berhak untuk menyelenggarakan sistem MLFF di jalan tol tersebut. Namun, Wahyudi enggan membeberkan lebih jauh terkait dengan lelang tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pun menegaskan bahwa sistem MLFF merupakan standar yang diterapkan di banyak negara. Bahkan kedepan harus didorong untuk menggunakan satelit dalam transaksi pembayaran jalan tol. "Bahkan ada (negara) yang pakai radio atau satelit. Tergantung biaya yang dipakai pengguna jalan tol," kata dia.

Tahap pertama adalah elektronifikasi jalan tol 100% dengan kemudahan top up dan pendapatan kartu. Tahap kedua, integrasi sistem ruas jalan tol dan ruas jalan tol. Nantinya pengguna cukup melakukan taping di gerbang masuk dan keluar dan pembayaran di pertengahan tidak akan ada lagi. Tahap kedua ini ditargetkan bisa terlaksana pada Desember 2017.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum PT Jasa Marga (Persero) Tbk Kushartanto Koeswiranto mengatakan pihaknya mendukung penerapan sistem ini. Sebagai operator dan pemilik sebagian besar jalan tol tentunya harus bisa terus mengadopsi perkembangan teknologi yang akan terjadi, khususnya penerapan MLFF ini. 

“Jadi kami melakukan riset juga kapan akan diterapkan dan kesiapannya bagaimana,” ujarnya.

(Baca: Tinggal Sepekan, Penerapan Jalan Tol Elektronik Sudah 91%)

Video Pilihan

Artikel Terkait