Terminal LPG 1 Juta Ton di Banten Dikeluarkan dari Proyek Strategis

Ameidyo Daud Nasution
15 Juni 2017, 11:23
LPG Elpiji Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

Pemerintah batal membangun terminal terminal Liquefied Petroleum Gas (LPG) berkapasitas 1 juta ton di Cilegon, Banten. Proyek ini dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang PSN.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan proyek ini dikeluarkan karena dianggap belum terlalu strategis dan prioritas untuk dibangun. Hingga saat ini pun belum ada kemajuan yang berarti dalam pelaksanaan pembangunan proyek tersebut. Dia merasa proyek ini lebih baik dikerjakan oleh swasta dengan skema business to business saja.

"Belum ada tanda-tanda (pekerjaan) lebih baik di-drop saja," kata Wahidin saat ditemui di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/6). Dia mengungkapkan hal ini usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) membahas evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional di Banten.

(Baca: Jonan Tugaskan Pertamina Buat Tangki BBM dan LPG dengan Dana Sendiri)

Selain Terminal LPG, ada 11 PSN lain di Banten. Proyek tersebut adalah, empat jalan tol (Serang-Panimbang, Kunciran Serpong, Serpong Cinere, dan Serpong Balaraja) sepanjang 135 kilometer, dua bendungan (Sindang Heula dan Karian), serta proyek energi asal sampah perkotaan.

Kemudian pembangunan Bandara Banten Selatan di panimbang dan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta (termasuk terminal 3) serta proyek kereta ekspres bandara (Soekarno Hatta-Sudirman). Satu lagi, pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas Tanjung Lesung yang sedang dibangun oleh swasta, yakni PT Banten West Java Toursim Development.

Wahidin mengungkapkan salah satu proyek, yakni pembangunan Bandara Banten Selatan masih terhambat Proyek yang awalnya akan dibangun di Panimbang, ternyata sulit dilakukan karena masalah lahan. Saat ini Pemerintah Provinsi Banten sedang mencari lahan pengganti untuk proyek tersebut. "Mungkin kami cari di Sobang, Pandegelang," katanya.

(Baca: Pandeglang Tawarkan Lahan Perhutani untuk Bandara Baru)

Presiden Jokowi mengatakan Provinsi Banten merupakan salah satu penyangga Ibu Kota Indonesia, yang sangat penting perannya. Keterkaitan dengan DKI Jakarta ini dapat menjadi modal positif Banten dalam membangun provinsi paling barat Pulau Jawa tersebut.

Apalagi Jokowi melihat pertumbuhan ekonomi Banten lebih tinggi dari nasional. Pada kuartal I-2017 pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 5,9 persen dan berbanding lurus dengan penurunan pengangguran. Makanya, Presiden meminta momentum pertumbuhan ekonomi Banten dapat ditingkatkan lagi.

"Ini juga agar pertumbuhan positif ini dapat tersebar merata di seluruh Banten," katanya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait