Kemiskinan Masih Tinggi, Jokowi Minta Gorontalo Fokus di Pertanian

Ameidyo Daud Nasution
6 Juni 2017, 17:25
Jokowi
ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

Presiden Joko Widodo meminta Pemerintah Provinsi Gorontalo segera menetapkan fokus pada pengembangan ekonomi di sektor pertanian, perikanan, serta kehutanan. Fokus pengembangan di ketiga sektor ini dinilai dapat menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat provinsi tersebut.

Jokowi melihat pertumbuhan ekonomi Gorontalo tahun lalu bisa mencapai 6,52 persen atau di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Namun sayangnya angka tersebut tidak dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan. Karena sektor penyumbang pertumbuhan ekonomi daerah tersebut kurang bisa menyentuh masyarakat bawah.

Dia yakin pertanian, kehutanan, serta perikanan dapat menjadi motor penggerak ekonomi Gorontalo. "Persentase angka kemiskinannya masih tinggi dari nasional yakni 17,6 persen," kata Jokowi saat membuka Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan Program Prioritas di Provinsi Gorontalo di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/6).

(Baca: Sri Mulyani: Sejak 2013 Pertumbuhan Ekonomi Sulit Kurangi Kemiskinan)

Menurut Jokowi, beberapa komoditas pertanian unggulan yang bisa dipacu pengembangannya di Gorontalo adalah padi, jagung, kopra, kakao, hingga tebu. Namun dirinya juga meminta hilirisasi produk pertanian serta perikanan dapat segera dijalankan.

Dia pun meminta agar pembangunan infrastruktur seperti transportasi, air bersih, hingga fasilitas penyimpanan ikan (cold storage) dapat segera dilakukan di Gorontalo. "Saya minta sarana penunjangnya yang disiapkan," kata Jokowi.

Selain Gorontalo, hari ini Jokowi juga menggelar rapat dengan Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan. Rapat ini juga membahas evaluasi pelaksanaan proyek strategis nasional dan program prioritas di Bangka Belitung. Sayangnya Jokowi tidak menjelaskan banyak hal dalam pengantar rapat pertama tersebut.

(Baca: Gandeng Kanada, Pemerintah Kembangkan Iklim Ekonomi Daerah)

Pemerintah menargetkan tahun depan tingkat pengangguran turun menjadi 5,1-5,4 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 9-10 persen, dan ketimpangan menciut, yang ditandai dengan penurunan Rasio Gini menjadi 0,38 persen. Optimisme tersebut sejalan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang membaik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pengentasan kemiskinan merupakan tantangan utama pemerintah ke depan. "Pengentasan lebih dari 27 juta yang masih hidup di bawah garis kemiskinan," tutur dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait