Luhut Minta Kajian Desain Awal Blok Masela Selesai Tahun Ini

Ameidyo Daud Nasution
5 Mei 2017, 10:25
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut B. Panjaitan
Arief Kamaludin|KATADATA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta Inpex Corporation segera menyelesaikan Pre-FEED atau kajian desain awal pengembangan gas Blok Masela pada tahun ini. Inpex sempat meminta agar Pre-FEED dilakukan sebanyak 2 kali, namun pemerintah menegaskan agar Pre-FEED dilakukan satu kali saja.

Luhut menyatakan pemerintah akan segera mengambil langkah tegas, apabila Inpex tidak dapat menyelesaikan kajian hingga akir tahun. Meski belum memastikan langkah tegas apa yang akan dilakukan, dia menegaskan bisa saja pemerintah melimpahkan pengelolaan Blok Masela kepada investor lain.

"Kami minta satu kali Pre-FEED dan tahun ini selesai," kata Luhut ditemui di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (4/5). (Baca: Ancam Kontrak Inpex, Arcandra: Ada Perusahaan Tertarik Kelola Masela)

Dirinya juga mendukung penuh langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang cukup tegas kepada Inpex. Menurutnya, pemerintah tidak bisa begitu saja didikte oleh pihak lain seperti Inpex. Oleh sebab itu apabila Inpex tidak sanggup melanjutkan maka bisa saja investor lain yang menggarap.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah mendesak Inpex Corporation segera menyelesaikan Pre-FEED pengembangan Blok Masel di Laut Arafura, Maluku. Jika masih berlarut-larut, maka proyek tersebut akan dibatalkan.

Menurut Jonan, sejak menjabat sebagai Menteri ESDM pada Oktober tahun lalu, proyek tersebut tidak ada perkembangan. "Sudah enam bulan saya di ESDM tidak jalan-jalan," kata dia. "Kalau kelamaan saya cabut Inpex-nya, sampai saya hilang kesabaran.'' ujar Jonan. (Baca: Jonan Ancam Cabut Kontrak Inpex untuk Kembangkan Blok Masela)

Kajian desain awal ini perlu dilakukan untuk mengetahui skenario pengembangan yang terbaik untuk Blok Masela. Pada tahap ini Inpex akan melakukan uji pasar untuk menentukan besaran produksi dan alokasi gas yang diproduksi dari Lapangan Abadi Blok Masela.

Awalnya, Inpex menginginkan alokasi gas untuk diolah menjadi gas alam cair (LNG) sebesar 9,5 juta ton per tahun (mtpa) dan 150 juta kaki kubik per hari (mmscfd) untuk alokasi gas pipa bagi industri hilir di kawasan Masela. Sementara, tawaran pemerintah hanya 7,5 mtpa untuk LNG ditambah 474 mmscfd untuk gas pipa.

“Nanti ditentukan maunya yang mana, tunggu saja hasilnya,'' kata Jonan. (Baca: Proyek Masela Terancam Batal, Inpex Akan Temui Pemerintah)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait