Investasi Surya Paloh di Blok Cepu Belum Balik Modal

Sejak mulai berproduksi pada 2010, hingga saat ini perusahaan belum juga bisa mendapatkan modalnya kembali
Safrezi Fitra
2 Oktober 2015, 12:27
migas
KATADATA
migas

KATADATA - PT Surya Energi Raya (SER), perusahaan milik Ketua Partai Nasdem Surya Paloh mengaku investasinya di Blok Cepu belum tertutup, bahkan masih merugi hingga ratusan dolar Amerika Serikat. Harga minyak yang rendah dianggap menjadi penyebabnya.

Direktur SER, Sugeng Suparwoto mengatakan sejak mulai berproduksi pada 2010, hingga saat ini perusahaan belum juga bisa mendapatkan modalnya kembali. Hasil produksi di Blok Cepu belum bisa menutup investasi yang sudah dikeluarkan.

“Kami masih ada (investasi) US$ 110 juta yang belum balik. Betapa di migas sedang tidak coverable dengan harga yang seperti hari ini,” ujarnya. (Baca: Surya Paloh Incar Blok Migas yang Kontraknya akan Habis)

Dia mengatakan harga minyak yang sedang rendah saat ini makin menambah lama pengembalian investasinya di Blok Cepu. Pada saat awal produksi, proyek ini menggunakan asumsi harga minyak dunia sebesar US$ 70 per barel. Saat ini harga minyak lebih rendah dari asumsi tersebut, bahkan sempat menyentuh US$ 40 per barel.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar tidak merugi dan investasinya bisa segera kembali, produksi Blok Cepu harus digenjot. Sekarang ini produksi blok ini hanya 85.000 barel per hari. Dengan fasilitas produksi yang akan selesai pada akhir tahun, Sugeng berharap puncak produksi minyak di blok tersebut mencapai 205.000 bph.

“Dengan harga kurang lebih US$ 50 per barel. Maka volume harus dinaikan. Kalau tidak seperti ini kami bisa babak belur, habis cash call kami,” katanya. (Baca: Demi Kejar Target Lifting, Puncak Produksi Blok Cepu Jadi Pendek)

Menurut dia, kondisi harga minyak yang rendah akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah. Karena pendapatan dari hasil minyak yang ada di daerahnya menjadi berkurang. Begitu pun dengan Surya Energi yang masuk ke Blok Cepu melalui pemerintah daerah Bojonegoro.

SER bekerja sama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) Bojonegoro PT Asri Dharma Sejahtera. BUMD ini memiliki saham di Blok Cepu sebesar 4,46 persen. Adapun investasi yang dikeluarkan SER di blok tersebut mencapai US$ 219 juta, dari total investasi proyek tersebut sebesar US$ 4,2 miliar.

Katadata

Reporter: Manal Musytaqo
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait