Perjalanan Hidup Penemu Lampu yang Gigih dan Pekerja Keras

Lampu yang menjadi sumber penerangan merupakan hasil penelitian panjang dari sang penemu. Lalu, siapakah penemu lampu dan bagaimana kisah hidupnya? Berikut ulasan lengkapnya.
Image title
10 Januari 2022, 15:50
Thomas Alva Edison, Penemu Lampu yang Gigih dan Pekerja Keras
pixabay.com
Ilustrasi bola lampu yang ditemukan Thomas Alva Edison

Lampu merupakan benda yang fungsinya untuk memberikan penerangan. Benda ini mempermudah kira beraktivitas di malam hari ataupun di siang hari saat sinar matahri sedang tidak cerah. Kegunaan lampu yang teramat besar tidak lepas dari peran penemunya. Lantas siapakah penemu lampu? Termukan jawabannya diulasan berikut ini.

Biografi Penemu Lampu

Lampu pijar ditemukan oleh seorang peneliti asal Amerika Serikat bernama Thomas Alva Edison. Mengutip dari gramedia.com, Thomas Alva Edison lahir di kola Milan Ohio, Amerika Serikat pada 11 Februarti 1841. Ia merupakan anak bungsa dari tujuh bersaudara.

Edison lahir dari keluarga yang sederhana. Ia juga lahir dengan kekurangan pada indra pendengarannya. Meskipun demikian, sang ibu tetap mencintainya dengan merawat putra kesayangannya sepenuh hari.

Masalah pendengaran sudah ia alami sejak usianya menginjak 12 akibat dari demam yang pernah dideritanya. Meskipun memiliki kekurangan, namun Thomas Alva Edison termasuk anak yang cerdas. Ia bahkan memiliki kegemaran membaca buku, terutama buku tentang ilmu mesin. Baginya ilmi mesin memiliki daya tarik tersendiri sebab ia sadar bahwa mesin akan selalu berkembang dari masa ke masa.

Advertisement

Meskipun memiliki ketertarikan belajar yang tinggi, sayangnya kondisi ekonomi keluarga yang sederhana memaksa ia untuk berhenti melanjutkan pendidikannya. Putus sekolah tidak membuatnya berhenti belajar. Ia tetap mencari ilmu dari berbagai tempat, termasuk dari buku-buku yang dibacanya.

Selain belajar, masa muda Edison juga ia gunakan untuk membantu perekonomian keluarga. Ia berjualan koran dan permen di stasiun demi memperoleh penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pekerjaan Thomas Alva Edision

Masih mengutip dari gramedia.com, diterangkan bahwa Thomas Alva Edison pernah menjadi operator telegraf. Di tempatnya bekerja, Edison tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai pegawai, ia juga memanfaatkan pekerjaannya sebagai tempat untuk belajar.

Selama bekerja sebagai perator, ia megalami cara kerja mesin telegraf dengan detail. Ia juga selalu mengupayakan yang terbaik untuk dirinya dan perusahaan tersebut. Sikap gigih, ulet, dan profesional membuat Edison akhirnya diangkat sebagai kepala mesin telegraf.

Membuat Mesin Telegraf yang Berbeda

Pekerjaannya di perusahaan telegraf membuatnya memahami cara kerja dari telegraf. Kemudian ia merasa tertatik untuk mengembangkan mesin tersebut. Edison kemudian melakukan serangkaian penelitian hingga akhirnya menemukan mesin telegraf yang lebih canggih dibandingkan mesin sejenisnya.

Dari sinilah muncul keinginan untuk bekerja di perusahaan sendiri yang bisa membuatnya lebih berkembang. Ia kemudian memutuskan untuk membuat perusahaan telegraf. Dengan kerja kerasnya, ia bisa cepat mengembangkan perusahaan tersebut dan mendapat banyak keuntungan.

Hasil dari perusahaan tersebut kemudian dia jadikan modal untuk membuat perusahaan baru. Selain itu, Edison juga melakukan beragam percobaan untuk mendapatkan penemuan baru yang bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Penemuan Lampu Pijar

Rasa ingin tahu yang tinggi menjadi modal yang amat berharga untuk seorang peneliti. Hal ini yang dimanfaatkan oleh Thomas Edison. Setelah berhasil mengembangkan mesin telegraf, ia kemudain mulai tertarik pada bidang lain.

Edison mulai tertarik dengan listrik dan membuatnya semangat untuk mempelajari bidang tersebut. Ia kemudian berfikir untuk menemukan hal baru dari dunia kelistrikan. Edison merasa tertantang untuk membuat bola lampu pijar sebab ia merasa bahwa bola cahaya listrik yang sudah ada masih banyak kekurangan.

Ia kemudian melakukan serangkaian percobaan untuk mendapatkan bola lampu yang sempurna. Dengan keuletan yang dimilikinya, ia akhirnya berhasil menemukan bola lampu sesuai dengan harapannya.

Bola lampu pijar miliknya tidak mudah pecah dan memiliki cahaya yang cerah sehingga bisa menjadi penerangan dalam ruamh. Lampu ini memiliki cahaya berwarna kuning keemasan.

Sejak saat, banyak masyarakat yang mulai menggunakan bola lampu hasil buatannya. Hasil penelitian panjangnya, menjadikan Thomas Alva Edison sebagai penemu bola lampu.

Mendirikan Perusahaan Raksasa

Berdasarkan penjelasan di buku “1000+ Penemuan Menakjubkan di Dunia”, pada tahun 1874 penemu lampu pijar tersebut kemudian memutuskan pindah ke Menio Park, New Jersey. Di tempat barunya, ia membuat bengkel ilmiah yang paling besar pada saat itu.

Edison melakukan banyak penemuan penting. Tahun 1879, ia berhasil menemukan proyektor untuk film kecil. Tahun 1882, ia memasang lampu listrik di jalan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer di New York. Inilah kali pertama, lampu listrik digunakan di jalanan umum.

Kemudian pada tahun 1980, penemu bola lampu ini mendirikan sebuah perusahaan besar yang ia beri nama General Electric.

Penemu Lampu dan 1093 Paten yang Dimilikinya

Thomas Alva Edison merupakan penemu yang menerapkan prinsip produksi masal untuk proses penemuannya. Dalam buku “1000+ Penemuan Menakjubkan di Dunia”, dituliskan bahwa Edison menjadi penemu yang paling produktif pada masanya. Ia bahkan memiliki 1093 paten atas namanya.

Selain itu, ia juga diketahui banyak membantu dalam bidang pertahanan Amerika Serikat. Beberapa penelitian yang dilakukannya, antara lain; pendeteksi pesawat terbang, pendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo menggunakan jaring, hingga meningkatkan kekuatan torpedo dan kamuflase.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait