CoWorking Space Greenhouse Peroleh Dana US$ 2,8 Juta dari 14 Investor

Seri pendanaan ini dipimpin oleh 14 angel investor yang terdiri dari tujuh investor baru dan tujuh investor dalam seed round sebelumnya.
Cindy Mutia Annur
29 Mei 2019, 13:20
coworking space Greenhouse, investasi untuk Greenhouse, coworking space Raam Punjabi
Spaces
Ilustrasi. Perusahaan penyedia ruang kerja bersama (coworking space) Greenhouse memperoleh investasi US$ 3,8 juta dari 14 angel investor dalam pendanaan bridge round.

Perusahaan penyedia ruang kerja bersama (coworking space) Greenhouse memperoleh investasi US$ 2,8 juta (sekitar Rp 40 miliar) dari 14 angel investor dalam pendanaan bridge round. Tujuan pendanaan ini untuk ekspansi pengembangan bisnis perusahaan di wilayah Asia Tenggara.

Seri pendanaan ini dipimpin oleh 14 angel investor yang terdiri dari tujuh investor baru dan tujuh investor dalam seed round sebelumnya, termasuk Dilip dan Deepak Chugani dari konglomerat berbasis di Indonesia, KNS Group. Investasi ini merupakan pendanaan putaran kedua Greenhouse setelah pendanaan awal pada 2017 lalu, yakni sebesar US$ 1,7 juta.

Co-Founder Greenhouse Vicknesh R Pillay mengatakan, perusahaannya akan melakukan ekspansi ke Manila dan Jakarta pada tahun ini. Untuk ekspansi ke pasar regional lainnya akan dilakukan pada tahun depan.

“Kami saat ini sedang bernegosiasi untuk lima lokasi baru di Indonesia dan Filipina, sekaligus mengeksplorasi opsi di Singapura,” ujar Pillay seperti dikutip dalam Business Times Singapore, Senin (27/5).  Ia melanjutkan, perusahaannya juga akan meluncurkan dua hingga tiga properti kerja baru tahun ini dan mempekerjakan lebih banyak staf untuk mendukung ekspansinya.

Advertisement

(Baca: Gandeng BCA, GoWork Buka Coworking Space di Plaza Indonesia)

Chief Executive and Co-Founder Greenhouse Drew Calin mengatakan, investor perusahaannya tersebut berbasis di berbagai negara termasuk Singapura, Australia, Indonesia, dan Amerika Serikat. Ia menjelaskan bahwa mereka berasal dari beragam industri seperti properti, teknologi, keuangan, logistik, akselerator dan perusahaan modal ventura.

"Banyak dari investor ini juga berada di seed round, termasuk dua pendiri dan investor utama kami," ujar Calin. Perusahaan yang berbasis di Jakarta ini berencana untuk menyelesaikan penggalangan dana Seri A pada tahun 2020.

Greenhouse menyediakan ruang kerja bersama, seperti jaringan pendukung bisnis. Untuk menanamkan budaya pengembangan bisnis yang berkelanjutan, perusahaan tersebut menciptakan lingkungan kerja yang 'terhubung dengan alam' dengan ekosistem yang dirancang melalui pertumbuhan dan kesejahteraan.

Selain itu, perusahaan tersebut juga mengelola jaringan penyedia layanan business to business (B2B) yang menawarkan layanan seperti pendirian perusahaan, layanan visa, penggajian (payroll), konsultasi pajak atau nasihat hukum, dan rekrutmen.

Lokasi coworking space Greenhouse pertama diluncurkan di Multivision Tower, Kuningan, Jakarta pada Februari 2018. Perusahaan mengatakan, Apple, Google, Instagram, Nestle dan LinkedIn adalah beberapa perusahaan yang telah mengadakan acara serta menggunakan ruang kantor mereka.

(Baca: Produser Raam Punjabi Jajal Bisnis Coworking Space Lewat Greenhouse)

Reporter: Cindy Mutia Annur
Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait