Ferdy Sambo Cs Sampaikan Nota Pembelaan Hari ini

Ferdy Sambo bersama Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf akan menyampaikan nota pembelaan pada Selasa ini terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Ade Rosman
24 Januari 2023, 10:03
Ferdy Sambo Cs Sampaikan Nota Pembelaan Hari ini
ANTARA FOTO/Fauzan/hp.
Terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yousa Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo (kedua kanan) berjalan menuju ruang sidang di Pengadian Negeri Jakarta Selatan, Jakarta.

Para terdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yousua Hutabarat atau Brigadir J akan menjalani sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum (JPU) pekan ini. 

Menurut Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan, terdakwa Ferdy Sambo, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf akan menyampaikan nota pembelaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (24/1).

Sedangkan, dua terdakwa lainnya, yaitu istri Sambo, Putri Candrawathi dan Richard Eliezer atau Bharada E akan menjalani sidang pembacaan nota keberatan esok hari, Rabu (24/1).

"Agenda untuk pembelaan, di Ruang Sidang Utama," bunyi pengumuman tersebut. 

Sebelumnya, atas perkara pembunuhan terhadap mantan anak buahnya ketika masih menjabat sebagai Kepala Divisi Provesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri tersebut, JPU menuntut Sambo dengan hukuman pidana seumur hidup.

“Menuntut, memohon agar Majelis Hakim PN Jaksel yang memeriksa dan mengadili perkara atas nama terdakwa Ferdy Sambo memutuskan, menyatakan terdakwa Ferdy Sambo telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama, ” kata JPU di PN Jakarta Selatan, Selasa (17/1) lalu.

Dalam pertimbangannya, Jaksa menuntut Ferdy Sambo dengan hukuman maksimal karena perbuatannya telah terbukti dengan sah menyebabkan hilangnya nyawa Brigadir J. Sambo juga menyebabkan luka mendalam kepada keluarga korban dan berbelit-belit saat memberikan keterangan selama sidang serta tidak mengakui perbuatannya.

Hakim tidak melihat adanya unsur yang bisa meringankan hukuman kepada Sambo. “Hal-hal yang meringankan tidak ada,” ujar JPU. 

Terdakwa Ricky Rizal atau Bripka RR, Kuat Ma'uf dan Putri Candrawathi yang diyakini terlibat dalam skenario pembunuhan tersebut masing-masing dituntut 8 tahun kurungan penjara. Sedangkan, Richard Eliezer dituntut 12 tahun penjara. 

Pada surat tuntutan, disebutkan awal mula perkara tersebut karena adanya pengakuan sepihak Putri yang mengklaim telah dilecehkan oleh Yosua di Magelang pada 7 Juli 2022 lalu.

Meski belum terbukti kebenarannya, mendengar pengakuan Putri tersebut, Sambo yang marah kemudian merencanakan skenario pembunuhan Yosua.

Reporter: Ade Rosman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait