IHSG Berpeluang Tertekan, Saham Bank dan Tambang Direkomendasikan

Gerak IHSG berpotensi masih sideways pada perdagangan Rabu ini di tengah kejatuhan harga komoditas. Investor dapat mencermati saham di sektor pertambangan dan bank.
Syahrizal Sidik
6 Juli 2022, 06:52
IHSG Berpeluang Tertekan, Saham Bank dan Tambang Direkomendasikan
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/foc.
Ilustrasi perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta

 

Bursa saham domestik berhasil berbalik menguat (rebound) pada perdagangan Selasa kemarin dengan penguatan sebesar 0,97% ke level 6.703,26. Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah dalam enam hari perdagangan beruntun.

Data perdagangan menunjukkan, kemarin nilai transaksi di pasar saham domestik mencapai Rp 11,33 triliun dengan volume sebanyak 20,17 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,13 juta kali. Adapun, nilai kapitalisasi pasar IHSG berada di level Rp 8.828,12 triliun.

Kemarin, investor asing keluar dari bursa saham Tanah Air senilai Rp 575,51 miliar di seluruh pasar. Tiga saham yang banyak dilepas investor asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 740,9 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 240,8 miliar dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 390,5 miliar.

Advertisement

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas Willam Surya Wijaya menilai, pada perdagangan Rabu ini, pola gerak IHSG saat ini masih menunjukkan pola sideways di tengah peluang tekanan yang masih akan membayangi.

Ini bersumber dari harga komoditas yang berpotensi akan mengalami tekanan menjadi sentimen yang dapat mempengaruhi pola gerak IHSG dalam beberapa waktu mendatang.

"Peluang tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi beli dengan target investasi jangka menengah maupun panjang," kata William, dalam risetnya, Rabu (6/7).

William memperkirakan, hari ini IHSG berpotensi melemah pada kisaran 6.589 sampai denga 6.888.

Dia merekomendasikan investor untuk dapat mencermati saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) hingga PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sementara itu, pengamat pasar saham MNC Asset Management Edwin Sebayang, penguatan IHSG masih akan diuji pada perdagangan hari ini seiring dengan kejatuhan indeks Dow Jones, Amerika Serikat kemarin sebesar 0,42% dan tekanan jual di bursa komoditas. 

Kemarin, harga minyak dunia turun cukup tajam sebesar -9.96%, harga emas dunia juga tersungkur di hari kedua sebesar -2.40% dan CPO anjlok sebesar -4.75%. Selain itu, faktor yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah seberapa besar kejatuhan Rupiah atas US Dollar ke depannya setelah mata uang Euro turun tajam terendah terhadap US Dollar selama 20 tahun terakhir.

"IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 6.646 sampai 6.825," kata Edwin, Rabu (6/7).

Dia merekomendasikan investor untuk melakukan pembelian pada saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (TMG), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) PT Ace Hardware Tbk (ACES), hingga PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait