Jumlah Emiten BEI Tembus 900 Perusahaan Hingga Agustus, Tumbuh 28%

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penghimpunan dana melalui penawaran umum di BEI sampai akhir Agustus 2022 mencapai Rp 168,73 triliun.
Patricia Yashinta Desy Abigail
12 September 2022, 14:56
OJK Catat Jumlah Emiten di BEI Tembus 900 Hingga Agustus 2022
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Ilustrasi. Jumlah penghimpunan dana di BEI sejak awal tahun sampai akhir Agustus mencapai Rp 168 triliun dengan jumlah emiten mencapai 900.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan jumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengalami peningkatan, pada 31 Agustus 2022 jumlahnya mencapai 900 perusahaan tercatat. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 28,20% dari posisi akhir tahun 2018 lalu sebanyak 702 emiten. 

“Jumlah emiten ada peningkatan yang sangat baik, di tahun 2018 jumlah emiten sebanyak 702 emiten. Pada 31 Agustus menjadi sebanyak 900 emiten,” kata Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2B Ona Retnesti Swaminingrum,  dalam public expose yang diselenggarakan BEI, Senin (12/9). 

Lalu, terkait kinerja pasar modal hingga 31 Agustus IHSG tercatat menguat sebesar 3,27% month to date (mtd) per tanggal satu bulan berjalan, ke level 7.178,59.

Selanjutnya, perhimpunan dana melalui penawaran umum perdana, terbatas maupun obligasi dan penawaran umum berkelanjutan dalam kurun waktu lima tahun terakhir mengalami peningkatan yakni dari Rp 165,9 triliun selama tahun 2018. Pada tahun 2021 mencapai Rp 363,29 triliun.

Advertisement

“Sedangkan pada periode 1 Januari, sampai 31 Agustus tahun ini, penghimpunan dana melalui penawaran umum sudah mencapai sebesar Rp 168,73 triliun,” katanya. 

Ona mengatakan, peningkatan dibandingkan kinerja saat pandemi di tahun 2020. Pada 2020, jumlah emiten yang membukukan laba tahun berjalan yakni 475 emiten atau setara dengan 61,6% dari total emiten. Namun, dengan adanya perbaikan ekonomi, kinerja emiten telah mengalami peningkatan yaitu 577 emiten atau setara 74,07% dari keseluruhan emiten membukukan laba berjalan berdasarkan LKT 2021. 

“Kami berharap peningkatan ini terus berlangsung secara berkelanjutan sehingga pasar modal Indonesia dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia,”kata Ona.

Pada kesempatan yang sama, OJK juga menyampaikan perusahaan yang tercatat di BEI tidak diwajibkan untuk mengumumkan laporan keuangan di surat kabar. Tetapi, perusahaan tetap diwajibkan untuk mempublikasikan laporan keuangannya di website BEI serta website emiten. 

OJK berharap kebijakan tersebut dapat menekan biaya keterbukaan informasi. Kebijakan tertulis dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 14/POJK.04/2022 Tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten Atau Perusahaan Publik. Aturan ini terbit pada tanggal 22 Agustus lalu.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait