Danantara menyatakan bahwa merger BUMN dapat meningkatkan efisiensi dan laba, yang pada akhirnya berpotensi mendongkrak kapitalisasi pasar perusahaan meski jumlah BUMN menyusut.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara mulai mengebut pendirian 20 proyek hilirisasi lintas sektor dengan nilai investasi sekitar US$ 26 miliar atau setara Rp 404,25 triliun.
Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani mengatakan Indonesia akan membangun lagi kampung haji di Mekkah, Arab Saudi.
Presiden Prabowo Subianto menuntut CEO Danantara, Rosan P Roeslani, agar dapat menghasilkan return on asset atau RoA sebesar 7% dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2).
Danantara akan memulai tender proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WtE) tahap kedua pada Maret 2026. Proyek ini direncanakan dibangun pada tujuh kota.
Sebanyak 24 perusahaan asal Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hongkong, bersaing untuk memeroleh proyek PLTSa di empat kota yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.
Kebijakan sentralisasi investasi PLTSa oleh Danantara secara otomatis membatalkan sejumlah rencana kerja sama yang sebelumnya telah dijajaki Pemerintah Kota Samarinda bersama mitra asing.
Danantara membocorkan rencana perampingan bisnis PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Menurut rencana tersebut, jumlah anak usaha emiten telekomunikasi itu nanti tinggal menjadi belasan saja.
Dana Rp 20 triliun Danantara untuk peternakan terintegrasi berpotensi memperbesar produksi ayam nasional, namun tanpa mekanisme yang tepat justru mengancam kesejahteraan peternak kecil.
Ramainya proyek hilirisasi nasional yang akan digarap pemerintah tahun ini memberikan angin segar bagi sejumlah emiten di pasar modal, baik perusahaan pelat merah maupun swasta.