Sejumlah lembaga pemeringkat global seperti Moody’s, S&P Global Ratings, dan Fitch Ratings menyoroti rencana penerbitan obligasi dolar oleh Badan Pengelola Investastasi Danantara.
Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia melalui unit investasinya, Danantara Investment Management (DIM) disebut telah menunjuk sejumlah bank investasi untuk menggarap penerbitan perdana obligas
Yield Obligasi AS Melonjak memicu aksi jual Treasury oleh investor global dan bank sentral dunia di tengah inflasi tinggi, perang Iran, dan kekhawatiran utang Amerika Serikat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merasa yakin nilai tukar rupiah akan kembali menguat. Saat ini, rupiah berada di level terendah, yakni Rp 17.706 per dolar AS.
Investor menunjukkan tanda-tanda mulai menjauhi obligasi pemerintah AS yang dinilai semakin berisiko di tengah rekor utang global mencapai US$ 353 miliar atau setara Rp 6.000 triliun.
BI menilai intervensi di pasar obligasi dan SBN diperlukan untuk menjaga stabilitas imbal hasil domestik sekaligus memastikan transmisi kebijakan moneter tetap berjalan.
Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, secara resmi memberikan peringkat BBB untuk rencana penerbitan obligasi luar negeri Pemerintah Indonesia dalam denominasi mata uang euro dan yuan.
Emiten afiliasi milik suami Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani, Hapsoro Sukmonohadi atau Happy Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) membocorkan aksi korporasi baru.
Moody's turunkan outlook utang Indonesia ke negatif, menyoroti tantangan fiskal dan tata kelola ekonomi yang memicu ketidakpastian pasar serta arus modal keluar.
PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo sebelumnya mencatat penerbitan obligasi sepanjang 2025 mencapai Rp 284,3 triliun, melampaui rekor sebelumnya pada 2017.