Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, kemiskinan meningkat di tengah pertumbuhan ekonomi kemungkinan besar dipengaruhi oleh kenaikan harga.
Artikel ini mengkaji pola pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga dan pentingnya beralih ke investasi produktif serta inovasi untuk keberlanjutan jangka panjang.
Prabowonomics dikritik sebagai model pembangunan ekstraktif yang didukung militerisme, fokus pada pengurasan SDA dan target pertumbuhan tinggi tanpa memperhatikan kelestarian.
Kenaikan harga Pertamax memberi tekanan pada anggaran dan daya beli kelas menengah, menguji daya tahan rumah tangga dalam menghadapi perubahan biaya hidup yang terus terjadi.
Menurut Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh berbagai stimulus dari sisi permintaan, mulai dari insentif fiskal hingga belanja pemerintah untuk menjaga aktivitas ekonomi.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dibuat Bank Dunia untuk tahun ini dibawah target pemerintah sebesar 5,2% dan jauh dari target Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang mendekati 6%.
Dengan disahkannya UU P2SK, Bank Indonesia kini memiliki mandat tambahan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja.
Kelas menengah Indonesia, penopang konsumsi nasional, menghadapi tantangan sistem ekonomi yang rapuh dan struktur yang tidak berpihak, membuat mereka sulit berkembang secara sehat.
Kecerdasan buatan atau AI akan menjadi salah satu penggerak utama transformasi digital dan mesin pertumbuhan ekonomi baru untuk mendukung target Indonesia menjadi negara maju pada 2045.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Danantara akan diandalkan sebagai pengungkit pertumbuhan investasi dalam strategi pertumbuhan ekonomi tahun depan.
Meski pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61%, ketidakpastian ekonomi mendorong masyarakat menahan konsumsi dan tabungan meningkat, sementara rupiah melemah ke level terendah sepanjang sejarah.