Nilai tukar rupiah melemah 0,13% ke level 17.113 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Jumat (10/3) tertekan kenaikan harga minyak dan sikap hawkish The Fed.
Jerome Powell menyatakan ekspektasi inflasi jangka panjang AS masih terkendali, namun The Fed tetap waspada terhadap dampak ekonomi dari ketegangan geopolitik terkini.
Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan jika perang berlangsung cukup lama, lonjakan harga energi dan komoditas lainnya dapat memiliki implikasi yang lebih luas terhadap harga maupun aktivitas ekonomi.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa (24/2) diproyeksikan melemah berkisar Rp 16.750-16.900 setelah beberapa pernyataan hawkish dari pejabat The Fed.
Indeks saham Wall Street di AS ditutup turun tipis perdagangan Rabu (11/2). Pelemahan terjadi seiring meningkatnya ekspektasi investor bahwa The Fed akan memperlambat laju pemangkasan suku bunga.
Wall Street turun di tengah sikap investor yang menyambut positif keputusan Presiden AS Donald Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve.
Tekanan terhadap aset kripto, termasuk bitcoin, terjadi seiring menguatnya dolar AS, menyusul terpilihnya mantan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh sebagai ketua bank sentral AS yang baru.