Negara-negara maju gagal memenuhi komitmen pendanaan penyelamatan keanekaragaman hayati. Padahal negara-negara tersebut diuntungkan dari biodiversitas di negara berkembang yang masih terjaga.
Di Pulau Kumareri, Kepulauan Aru, para pemimpin adat dan pemuda Aru mengadakan aksi damai untuk mendukung upaya perlindungan keanekaragaman hayati dunia, terutama di wilayah mereka di Maluku.
Enam pemuda menjadi representasi yang adil dari seluruh wilayah Indonesia, dengan perhatian khusus pada daerah yang paling terdampak oleh perubahan iklim dan titik-titik keanekaragaman hayati.
Para ahli mengatakan KTT Biodiversitas atau COP16 harus meningkatkan tekanan menjelang pertemuan iklim COP29 di Baku, Azerbaijan pada November mendatang.
Selain berfungsi untuk menjaga konektivitas sungai, BRIN menyebut teknologi tangga ikan juga memiliki dampak positif bagi perlindungan populasi ikan yang hidup di sungai.