Setelah dolar AS kehilangan status sebagai mata uang cadangan utama dunia, beberapa mata uang muncul sebagai kandidat pengganti dalam dedolarisasi, termasuk Yuan China (Renminbi).
Banyak negara kini mulai mencari cara mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS atau dedolarisasi untuk menghindari guncangan eksternal yang timbul akibat efek rambatan ekonomi AS.
Anggota parlemen Rusia, Alexander Babakov mengatakan BRICS tengah menciptakan media baru untuk pembayaran untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar AS dan euro.
Gubernur Bank Indonesia menyebut upaya ASEAN dalam mengurangi penggunaan dolar AS atau dedolarisasi sudah lebih konkreit dibandingkan aliansi lain, termasuk BRICS.
Dedolarisasi tak hanya digemakan oleh kelompok negara BRICS yang antara lain terdiri dari Rusia dan Cina. Indonesia juga melakukan upaya untuk mengurangi penggunaan dolar AS.