Analis menilai kebijakan pembatasan free float 15% BEI berpotensi meningkatkan kapitalisasi pasar berbasis free float serta mendorong bobot Indonesia dalam indeks global seperti MSCI dan FTSE.
Sejumlah analis menilai langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan definisi porsi saham publik atau free float menjadi minimal 15% dapat mendorong kedalaman dan pertumbuhan pasar modal Tanah Air.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi melakukan penyesuaian definisi saham free float, dan menaikkan batas minimum free float untuk tetap tercatat di Bursa menjadi 15% dari jumlah saham tercatat.
Bank Permata (BNLI) menyatakan kesiapan menambah Free Float sahamnya dari 9,97% menjadi 15% untuk memenuhi aturan baru BEI, dengan selisih sekitar 5,03%.
OJK menargetkan sekitar 75% perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat memenuhi ketentuan free float sebesar 15% dalam satu tahun pertama penerapan kebijakan tersebut.
PT Mandiri Sekuritas memastikan calon emiten yang berada dalam antrean IPO di bawah penjaminannya telah memenuhi ketentuan porsi saham publik (free float) minimal 15%.
Emiten taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), buka suara ihwal kesiapan perusahaan untuk memenuhi free float hingga 15% dalam dua tahun.
Saat ini, OJK bersama self regulatory organization (SRO) pasar modal terus mendorong emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan free float secara bertahap.
Sebanyak lima emiten memilih untuk menghapus pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau voluntary delisting. Sebagian dari mereka memiliki saham free float yang rendah sekali.
BEI mengumumkan sebanyak 267 emiten belum memenuhi free float sebanyak 15%. Data itu berdasarkan Laporan Bulanan Kegiatan Registrasi Kepemilikan Saham per 31 Desember 2025.
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat 894 emiten telah memenuhi kewajiban kepemilikan saham publik atau free float dengan batas minimal 7,5% dari total saham tercatat.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) buka suara terkait dorongan Otoritas Jasa Keuangan agar emiten segera menaikkan batas porsi saham publik atau free float menjadi 15%.