Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp 13.400 per liter, dari sebelumnya Rp 14.000. Pertamax Green 95 (RON 95) turun menjadi Rp 15.000 per liter, dari sebelumnya Rp 16.000 per liter.
Harga bahan bakar minyak atau BBM Pertamax naik Rp 900 atau 7,2% menjadi Rp 13.300 per 1 September 2023, setelah tak bergerak sejak tiga bulan terakhir.
Pemerintah berencana menjual BBM campuran Pertamax - Bioetanol E5 Rp 13.500 per liter. Saat ini Pertamax Green akan diujicoba untuk diluncurkan di Surabaya pada minggu ketiga Juli 2023.
Mantan Sekretaris BUMN periode 2005-2010 Muhammad Said Didu menyebut seharusnya pemerintah menurunkan harga BBM seiring turunnya harga minyak. Harga Pertamax saat ini seharusnya Rp 10.000 per liter.
Pemerintah menetapkan batas selisih harga Pertamax dengan Pertalite untuk mencegah terjadinya migrasi ke BBM bersubsidi itu. Langkah ini dinilai tak efektif untuk mencegah migrasi konsumen.
Pemerintah menerapkan batas maksimum harga BBM non subsidi, seperti harga pertamax, untuk mencegah migrasinya konsumen ke Pertalite yang disubsidi pemerintah.
Pertamina menggelontorkan hingga Rp 10 triliun sepanjang 2022 untuk menahan harga Pertamax di bawah harga keekonomiannya seiring lonjakan harga minyak dunia.