Ancaman kerugian yang besar ini, disebabkan karena Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) membeli bahan pembuatan kapal selam, meski belum ada kontrak dengan Indonesia.
Risiko kecelakaan kapal naik secara signifikan saat kru mendapat penugasan yang tidak umum. Dibutuhkan keberanian untuk menghentikan suatu operasi saat kondisi sudah melewati batas toleransi.
Pencarian KRI Nanggala saat ini terkonsentrasi di sembilan titik perairan utara Bali, sekitar 40 kilo meter dari pesisir Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.
Kompartemen torpedo terletak di haluan KRI kapal selam Nanggala. Ada delapan tabung torpedo di situ. Menurut seorang awak kapal, mereka kadang istirahat dan tidur di antara tabung torpedo.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyebut oksigen kapal selam itu dapat bertahan lima hari apabila listriknya tetap menyala.
Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan barang-barang itu tidak akan terangkat ke luar kapal selam apabila tidak ada tekanan dari luar atau terjadi keretakan di peluncur torpedo