Meski bertransaksi dengan rupiah, ekonomi masyarakat desa tetap terpengaruh gejolak Dolar melalui harga impor dan minyak yang mendorong biaya hidup dan pangan.
Pelemahan rupiah meningkatkan biaya produksi dan ancaman ketahanan pangan di desa, di mana penguatan koperasi menjadi solusi krusial untuk membangun kemandirian ekonomi lokal.
BI menilai, pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi dinamika global dan terjadi pada mayoritas mata uang negara berkembang.
Analisis ekonomi Indonesia mengungkap dilema di balik pencapaian, dari rupiah yang melemah hingga dominasi belanja pemerintah yang menyempitkan ruang swasta.