Jumlah pemudik Lebaran 2025 diramal turun, salah satunya karena PHK. Bagaimana dampaknya ke perputaran uang yang selama ini menopang pertumbuhan ekonomi di daerah?
Berdasarkan data Kemenhub, hingga H-4 lebaran, jumlah pemudik yang menggunakan angkutan bus meningkat sebesar 94% dibandingkan hari sebelumnya, dari 155.343 menjadi 300.973 orang.
Pelepasan pemudik dilakukan dari 5 titik keberangkatan, yakni Gelora Bung Karno (GBK), RO Jakarta 1, RO Jakarta 2, dan RO Jakarta 3, serta RO Palembang.
Mobil merupakan moda transportasi favorit pemudik saat Lebaran. Agar aman saat perjalanan, pemudik dengan kendaraan pribadi perlu memperhatikan sejumlah hal.
ASDP Indonesia akan memanfaatkan teknologi POCC untuk mengontrol arus mudik dan membatasi kepadatan di Pelabuhan Merak selama Lebaran 2025, menargetkan VCR maksimum sebesar 0,7.
Pemerintah kembali menghadirkan program Mudik Gratis 2025 untuk membantu masyarakat pulang kampung merayakan Lebaran. Program ini diperkirakan akan menampung hingga 100.000 pemudik.
KAI mencatat penjualan 1,53 juta tiket untuk angkutan Lebaran 2025, dengan puncak penjualan pada H-3 Lebaran, menjangkau 44,46% dari total kapasitas dengan layanan tambahan untuk kenyamanan pemudik.
Pemerintah usulkan skema Work From Anywhere menjelang Lebaran untuk mengatasi pergerakan pemudik, dengan Kementerian PANRB dan Perhubungan sebagai pilot project.
Selama periode H2 Lebaran, terjadi peningkatan jumlah penumpang angkutan umum mencapai 769.593 orang, di mana kereta api menjadi moda transportasi paling mencapai 217.614 orang.
Arus balik Lebaran 2024 menuju Jabotabek mayoritas akan berasal dari arah timur. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkirakan jumlahnya akan mencapai 1,06 juta kendaraan.