Dongkrak Hilirisasi, Vale Indonesia Bangun Tiga Smelter Baru

Proyek pembangunan yang pertama yakni Smelter berteknologi hidrometalurgi High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.
Muhamad Fajar Riyandanu
5 Juli 2022, 21:50
Yusuf Ahmad/File Photo Truk-truk membawa bijih nikel mentah di dekat Sorowako, Sulawesi, Indonesia, 8 Januari 2014.
ANTARA FOTO?REUTERS/Yusuf Ahmad/File Ph
Yusuf Ahmad/File Photo Truk-truk membawa bijih nikel mentah di dekat Sorowako, Sulawesi, Indonesia, 8 Januari 2014.

PT Vale Indonesia akan memperluas ekspansi bisnisnya dengan membangun tiga fasilitas peleburan dan pemurnian nikel (smelter) baru. Pembangunan tiga smelter itu ditargetkan rampung tahun depan.

Proyek pembangunan yang pertama yakni Smelter berteknologi hidrometalurgi High Pressure Acid Leach (HPAL) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Proyek ini ditaksir meningkatkan potensi kapasitas produksi hingga 120.000 metrik ton nikel per tahun.

Direktur Utama Vale Indonesia, Febriany Eddy, mengatakan proses pembangunan smelter sudah berlangsung sejak April lalu. Pembangunan smelter merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan tambang asal Cina, Zhejiang Huayou Cobalt Company.  Adapun pembangunan fasilitas penunjang seperti pelabuhan pun sudah dilakukan.

"Nanti ke depannya yang jelas pabrik Pomalaa itu cocok untuk baterai mobil listrik," kata Febriany saat ditemui wartawan di Gedung Nusantara 1 DPR pada selasa (5/7).

Advertisement

 Proyek smelter kedua dibangun di Sulawesi Tengah yang diharapkan dapat meningkatkan produksi sebesar 73.000 metrik ton nikel per tahun."Perizinan belum tuntas semua tapi hampir sebagian besar sudah ada, jadi sudah bisa jalan. Investasi kisaran US$ 2 miliar untuk pabriknya, tambangnya US$ 400 juta," ujar Febriany.

Selanjutnya, proyek smelter ketiga dibangun di provinsi Sulawesi Selatan dengan kapasitas 60.000 mentrik ton nikel. Febriany mengatakan, saat ini pihaknya sedang membuat program mendetail untuk menindaklanjuti hasil studi kelayakan yang sudah selesai.

Di samping tiga proyek pembangunan smelter, saat ini PT Vale sudah mempunyai satu smelter di Sorowako dengan kapasitas 70 ribu ton nikel dalam matte. Febriany menyatakan, kegiatan produksi di area pertambangan mereka masih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan bijih nikel untuk tiga smelter baru.

Pada 2021, Vale memproduksi 65.388 metrik ton nikel matte. Jumlah itu turun 9,48% dari produksi nikel matte tahun 2020 yang sebesar 72.237 metrik ton.

 Sementara di sepanjang kuartal pertama 2022, jumlah produksi nikel matte Vale sebesar 13.827 ton. Naiknya harga nikel dunia ikut mendorong pendapatan Vale bertambah.

Pada kuartal I 2022, Vale membukukan laba bersih sebesar US$ 67,6 juta. Jumlah laba ini meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 33,7 juta.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait