Cina Longgarkan Lockdown, Pertumbuhan Ekspor RI Diprediksi Berlanjut

Pada Agustus 2022, peningkatan ekspor terbesar terjadi untuk tujuan Cina sebesar US$ 1,13 miliar.
Image title
22 September 2022, 14:16
Sebuah kapal bermuatan peti kemas melakukan peran pemanduan oleh kapal tunda saat akan bersandar di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (24/6/2020).
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Sebuah kapal bermuatan peti kemas melakukan peran pemanduan oleh kapal tunda saat akan bersandar di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Kinerja ekspor Indonesia diprediksi terus tumbuh setelah Cina melakukan pelonggaran lockdown. Pasalnya, Cina merupakan negara tujuan ekspor terbesar Indonesia.

Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BK Perdag) Kementerian Perdagangan, Kasan, mengatakan pasar Cina adalah tujuan ekspor terbesar untuk Indonesia, setelah Amerika, Jepang, dan ASEAN. Saat ini, Cina telah membrlakukan zero lockdown untuk sebagian provinsi.

"Ini akan menciptakan peluang ekspor bagi kita. Terlihat dari ekspor Agustus yang dipengaruhi oleh Cina," kata Kasan dalam webinar “Optimalisasi Potensi Pasar Dalam Negeri dan Pasar Global dalam Percepatan Peningkatan Kinerja Perdagangan”, Kamis (22/09).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan kinerja ekspor dan impor pada Agustus 2022 mencetak rekor tertinggi dalam sejarah. Kinerja keduanya tak lepas dari andil besar perdagangan dengan Cina.

Advertisement

Ekspor pada Agustus mencapai US$ 27,91 miliar, naik 9,17% dibandingkan bulan sebelumnya atau 30,15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara impor mencapai US$ 22,15 miliar, naik 3,77% dibandingkan bulan sebelumnya atau 32,81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

 Berdasarkan negaranya, peningkatan terbesar terjadi untuk ekspor dengan tujuan Cina sebesar US$ 1,13 miliar. India menyusul dengn kenaikan ekspor sebesar US$ 206.2 juta, Malaysia US$ 99,9 juta, Mesir US$ 91,7 juta, dan Inggris US$ 81,7 juta.

Kasan mengatakan, surplus neraca perdagangan Januari-Agustus 2022 memperkuat nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Neraca perdagangan yang sampai bulan Agustus sudah lebih dari US$ 34 miliar dan ekspor bulan Agustus yang lalu mencapai US$ 27,9 mili. Itu adalah pencapaian terbesar selama ini, yang belum pernah mencapai angka tertinggi sebesar ini,” ujarnya.

 

 

Reporter: Nadya Zahira, Abdul Azis Said
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait