Harga Kedelai Naik, Pemerintah Perpanjang Subsidi Perajin Tahu-Tempe

Rencana pemerintah untuk meneruskan subsidi kedelai membuat perajin tahu dan tempe membatalkan rencana untuk demontrasi akhir pekan ini.
Andi M. Arief
27 September 2022, 14:39
Pekerja meniriskan tahu di industri tahu rumahan Desa Gondang, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (27/9/2022).
ANTARA FOTO/Anis Efizudin/rwa.
Pekerja meniriskan tahu di industri tahu rumahan Desa Gondang, Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (27/9/2022).

 

Gabungan Koperasi Tempe Tahu Indonesia atau Gakoptindo menemui jajaran Kementerian Perdagangan untuk membicarakan harga kedelai yang menanjak. Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Perdagangan menjanjikan untuk meneruskan program subsidi selisih harga kedelai hingga Desember 2022. 

Ketua Umum Gakoptindo Aip Syarifuddin mengatakan, Kemendag akan segera menyurati Kementerian BUMN untuk menugaskan Perum Bulog dalam meneruskan program subsidi selisih harga kedelai. "Dengan syarat ada surat dari Badan Pangan Nasional. Tadi sudah ditelepon langsung Kepala Badan Pangan Nasional di depan saya. Siang ini surat dari Badan Pangan Nasional dikirim ke Kemendag," kata Aip saat dihubungi, Selasa (27/9).

Aip berharap penyaluran subsidi kali ini akan lebih besar dari realisasi April-Juli 2022. Pasalnya, Aip mengusulkan agar subsidi selisih harga tersebut diberikan pada koperasi seluruh perajin tahu-tempe tanpa syarat Nomor Induk Berusaha atau NIB.

Dia menambahkan, adanya keputusan untuk memperpanjang subsidi membuat asosiasinya akan mengurungkan rencana demonstrasi serentak pada akhir pekan ini.

Advertisement

Subsidi harga kedelai

Sebelumnya, Perum Bulog ditargetkan mensubsidi selisih harga senilai Rp 1.000 per kg pada April-Juli 2022 untuk 800.000 ton kedelai. Namun demikian, realisasi program tersebut hanya 10% dari target atau sebanyak 80.000 ton.

Aip menjelaskan minimnya realisasi tersebut disebabkan oleh kelalaian koperasi pengrajin tahu-tempe dalam memperbarui NIB-nya masing-masing. Dengan demikian, penyaluran subsidi selisih harga saat itu hanya dilakukan di 11 dari 27 provinsi produsen tahu-tempe.

Saat ini, provinsi dengan koperasi pengrajin tahu-tempe yang telah memiliki NIB baru mencapai 16 provinsi. Oleh karena itu, Aip meminta agar penyaluran subsidi tersebut tidak mensyaratkan koperasi untuk menunjukkan NIB.

Aip menilai langkah tersebut akan membuat penyaluran kedelai dengan subsidi selisih harga dapat mencapai 200.000 ton per bulan hingga Desember 2022. Artinya, Gakoptindo menargetkan penyaluran kedelai bersubsidi dari saat ini hingga akhir 2022 setidaknya sebanyak 600.000 ton.

Plt. Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra mengatakan sedang menunggu surat rekomendasi dari Badan Pangan Nasional atau NFA masuk. Menurutnya, surat tersebut akan menjadi dasar hukum terkait perpanjangan program subsidi tersebut.

Syailendra mengatakan, sebelumnya NFA sedang mendiskusikan skema subsidi lain untuk menekan harga kedelai di dalam negeri. Skema yang dimaksud adalah subsidi transportasi dari daerah produsen ke sentra pengrajin tahu-tempe.

Namun demikian, skema tersebut diurungkan lantaran surat yang akan dikirimkan NFA terkait perpanjangan subsidi selisih harga. Menurutnya, surat tersebut akan menjadi dasar penugasan Perum Bulog untuk melakukan program subsidi tersebut.

"Kami perlu surat dari NFA, karena secara aturan penugasan subsidi selisih harga kedelai itu kewenangan NFA. Karena ini masih transisi, jadi masih kami yang urus," kata Syailendra saat ditemui.

Indonesia masih ketergantungan pada kedelai impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor kedelai ke Indonesia mencapai US$ 1,48 miliar pada 2021. Nilai tersebut naik 47,77% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 1 miliar.

Grafik:

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait