Harga Minyak Anjlok 4% Ditekan Prospek Ekonomi Global yang Suram

Tia Dwitiani Komalasari
4 Januari 2023, 07:27
Suasana dari kapal tongkang akomodasi (Barge 222) Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (15/6/2022).
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Suasana dari kapal tongkang akomodasi (Barge 222) Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (15/6/2022).

Harga minyak jatuh 4% setelah perdagangan yang fluktuatif pada Selasa (4/1). Penurunan harga minyak ditekan oleh data permintaan yang lemah dari Cina, prospek ekonomi global yang suram, dan dolar AS yang lebih kuat.

Brent berjangka untuk pengiriman Maret turun $3,81, atau 4,4%, menjadi $82,10 per barel. Ini merupakan penurunan harian terbesar sejak tiga bulan lalu.

Minyak mentah AS turun $3,33 atau 4,1% menjadi $76,93 per barel. Angka tersebut merupakan penurunan terbesar dalam lebih dari sebulan.

Penurunan terjadi setelah kedua harga minyak tersebut sempat mengalami kenaikan US$ 1 per barel pada sesi awal perdagangan.

"Ada banyak alasan untuk kekhawatiran di sini, situasi Covid-19 China dan ketakutan akan resesi di masa mendatang memberikan tekanan pada pasar," kata analis Mizuho Robert Yawger, dikutip dari Reuters, Rabu (4/1).

Pemerintah Cina menaikkan kuota ekspor untuk produk minyak sulingan pada gelombang pertama tahun 2023. Pedagang mengaitkan peningkatan tersebut dengan ekspektasi permintaan domestik yang buruk karena importir minyak mentah terbesar dunia terus berjuang melawan gelombang infeksi.

Aktivitas pabrik Cina menyusut pada Desember karena lonjakan infeksi mengganggu produksi dan membebani permintaan setelah Beijing sebagian besar menghapus pembatasan anti-virus.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan ekonomi Amerika Serikat, Eropa dan Cina, semuanya melambat secara bersamaan. Hal ini membuat ekonomi global pada 2023 akan lebih sulit dibandingkan 2022.

Dolar AS membukukan kenaikan satu hari terbesar dalam lebih dari 2 minggu. Dolar yang lebih kuat dapat mengurangi permintaan minyak karena komoditas berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pada hari Rabu, pasar akan menelusuri risalah pertemuan kebijakan Desember Fed AS. The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin  pada Desember, setelah empat kenaikan berturut-turut masing-masing sebesar 75 bps.

 Harga minyak mentah dunia naik pada perdagangan Selasa, 03 Januari 2023 pukul 9.34 WIB. Minyak Brent ditransaksikan seharga US$ 85,33 per barel, naik 0,78% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Perdagangan minyak jenis Brent, hari ini diperkirakan bergerak di kisaran terendah US$ 84,87 per barel dan tertinggi US$ 85,91 per barel.

Sementara itu untuk minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada harga US$ 79,73 per barel, naik 0,66%. Mengutip Investing.com, harga minyak mulai mengalami kenaikan sejak Selasa pagi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait