Mahendra Siregar Jadi Wakil Menlu, Ada Target Khusus dari Jokowi

Jokowi meminta Mahendra untuk mengkoordinasikan kerja sama antara Kementerian Perdagangan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
25 Oktober 2019, 11:16
wakil menteri, mahendra siregar
KATADATA/DIMAS JAROT BAYU
Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Mahendra Siregar tampak mendatangi Istana Kepresidenan, Jumat (25/10).

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Mahendra Siregar bakal menjadi Wakil Menteri Luar Negeri. Mahendra bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/10).

Menurut Mahendra, Jokowi memberikan arahan kepada dirinya terkait dengan berbagai masalah di sektor luar negeri. Dalam kaitan itu, Jokowi meminta Mahendra untuk meningkatkan kualitas promosi investasi dan perdagangan luar negeri.

Selain itu, Jokowi meminta Mahendra untuk mengkoordinasikan kerja sama antara Kementerian Perdagangan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). “Untuk bisa lebih cepat bergerak sehingga tidak terjerat dengan proses birokrasi,” kata Mahendra.

(Baca: 12 Calon Wamen Datang ke Istana, Ada Dirut Inalum & Angela Hari Tanoe)

Secara khusus, Jokowi meminta Mahendra untuk menjadikan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok sebagai peluang mendorong perdagangan Indonesia. Jokowi juga meminta Mahendra membantu menyelesaikan review atau pengkajian produk Generalized Systems of Preference (GSP) dengan Amerika Serikat (AS).

Sebab, GSP review dapat membawa nilai perdagangan Indonesia dengan AS meningkat dua kali lipat. “Termasuk di dalamnya peningkatan ekspor kita US$ 10 miliar hingga US$ 25 miliar dalam 2-5 tahun ke depan,” kata Mahendra.

Lebih lanjut, Mahendra diminta untuk menjaga dan mengamankan keberlanjutan industri sawit Indonesia. Mahendra mengatakan, hal itu penting lantaran ekspor sawit dapat mencapai US$ 25 miliar.

Indonesia pun dapat melakukan penghematan mencapai US$ 10 miliar jika menjaga keberlangsungan industri sawit Indonesia. “Apabila kita melakukan proses turunan dan konsumsi yang baik,” kata Mahendra.

(Baca: Dilantik Jumat Siang, Ini Nama Calon Wakil Menteri Baru yang Beredar)

Terakhir, Jokowi meminta Mahendra membantu menarik investasi lewat politik luar negeri Indonesia. Mahendra mengatakan, dirinya diberi waktu selama satu tahun untuk melaksanakan berbagai hal tersebut.

Jika hingga tenggat yang diberikan tidak tercapai, maka Jokowi akan memecat Mahendra. “Kalau tidak (mencapai target), Bapak Presiden akan mencari pengganti,” kata Mahendra.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait