Jokowi Tunggu Surat Resmi Pengunduran Diri Menteri Khofifah

Presiden Jokowi menunggu surat resmi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang berencana maju dalam Pilgub Jawa Timur.
Ameidyo Daud Nasution
28 September 2017, 09:07
bantuan PKH
ANTARA FOTO/Siswowidodo
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa telah menyatakan rencananya ikut Pilgub Jawa Timur tahun depan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sempat menyampaikan keinginannya untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur dan mundur dari posisinya sebagai Menteri Sosial.

Namun permintaannya hanya disampaikan secara lisan dan belum menyeluruh. Jokowi menunggu permohonan pengunduran Khofifah secara resmi.

"Baru sedikit-sedikit (disampaikan Khofifah), artinya (surat) resminya harus ada," kata Jokowi di Jakarta, Rabu (27/9).

Jokowi mengatakan dalam kunjungan ke Bali, Khofifah mendampinginya, namun tak membahas mengenai rencana pengunduran diri. "Sampai saat ini belum saya terima surat resmi yang masuk ke meja saya. Kemarin juga seharian dengan saya di Bali," katanya.

Khofifah pada bulan lalu menyatakan belum dapat memutuskan untuk ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim).

Khofifah mengatakan hingga saat ini dirinya hanya ingin fokus mengerjakan tugasnya sebagai Menteri Sosial. Dia tidak ingin program pemerintah yang sudah ditetapkan saat ini malah terganjal keinginannya untuk mengikuti Pemilihan Gubernur Jawa Timur.

"Etikanya seperti itu (menunggu restu Jokowi)," kata Khofifah.

Berdasarkan survei Poltracking Indonesia mengenai Survei Pilkada 2018 di Provinsi Jatim, Khofifah masuk dalam empat kandidat yang akan dipilih publik.

Poltracking mengadakan survei pada 19 sampai 25 Mei dan menghasilkan empat kandidat yang akan dipilih responden yakni Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Tri Rismaharini, Khofifah Indar Parawansa, Abdullah Azwar Anas.

Saat ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai dengan perolehan suara terbesar di Jawa Timur, sudah dipastikan akan mencalonkan Gus Ipul. Menurut Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, keputusan PKB mengusung Gus Ipul sudah final. PKB bahkan menawarkan partai-partai lain yang ingin bergabung agar menyiapkan bakal calon wakil gubernurnya.

Sedangkan PDIP, partai terbesar kedua di Jatim, tidak akan mengusung calon sendiri. Juni lalu, PDIP menggelar pendaftaran untuk menjaring kandidat yang akan diusung dalam Pilgub Jatim. Untuk bakal calon gubernur, nama Saifullah Yusuf muncul sebagai satu-satunya bakal calon. PDIP akan berkoalisi dengan PKB dalam menggadang Gus Ipul sebagai calon gubernur Jawa Timur. Hingga kini belum diputuskan calon wakil gubernur yang akan bersanding dengan Gus Ipul. 

 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait