PLN Resmi Akuisisi Pembangkit Listrik Chevron di Blok Rokan

Perusahaan pengelola pembangkit listrik di blok Rokan yang awalnya dimiliki Chevron kini menjadi anak usaha PLN.
Image title
6 Juli 2021, 13:25
PLN, Chevron, pembangkit listrik, blok Rokan
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi pembangkit listrik. PLN mengakuisisi pembangkit listrik di blok Rokan

PT PLN akhirnya resmi mengakuisisi saham PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang merupakan pengelola pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) di Blok Rokan. Perjanjian Jual Beli Saham atau Sale & Purchase Agreement (SPA) antara PT PLN dengan pemegang mayoritas saham MCTN, Chevron Standard Limited (CSL), ditandatangani hari ini .

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan penandatanganan SPA antara PLN dengan Chevron merupakan titik strategis. Terutama untuk memastikan pasokan listrik dan uap guna keberlangsungan operasi Blok Rokan.

Dengan adanya akuisisi ini, maka MCTN akan menjadi anak usaha dari PT PLN. Sehingga pihaknya akan meneruskan pengoperasian pembangkit ini secara jangka pendek selama tiga tahun ke depan pada masa transisi.

"Jangka pendek kami gunakan listrik dari MCTN yang selama ini sudah pasok listrik ke Rokan sambil tiga tahun ini kami menyiapkan listrik dari regional Sumatera," ujarnya dalam acara penandatanganan dengan MCTN secara virtual, Selasa (6/7).

Masa layanan PLN untuk melistriki Blok Rokan dibagi menjadi dua tahap. Pertama, masa transisi selama tiga tahun mulai dari 9 Agustus 2021 sampai dengan 8 Agustus 2024. Pada masa transisi ini, PLN akan mengelola pembangkit listrik yang saat ini telah melistriki wilayah kerja Rokan.

Kedua, layanan permanen akan diberikan mulai 8 Agustus 2024. PLN akan melakukan interkoneksi sistem Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera, dengan kapasitas 400 megawatt (MW).

Zulkifli menyatakan sumber dana transaksi ini berasal dari internal perusahaan. Namun, dia enggan merinci nilai akuisisi. "Dana daripada take over saham ini adalah dana internal PLN, insya allah kami siap untuk danai ini dari internal sumber dana PLN," ujarnya.

Regional Director Chevron Standard Limited, Jennifer Ferrat, mengatakan pembangkit MCTN telah menyediakan uap dan listrik dengan biaya efisien dan andal untuk Rokan selama lebih dari 20 tahun. Fasilitas ini dianggap berperan penting dalam produksi cadangan minyak dari Rokan untuk negara.

Pembangkit listrik tersebut memberikan kontribusi yang signifikan untuk target energi dan perkembangan masyarakat Indonesia di Sumatera.
"Dengan senang hati hari ini ditandatangani Share Sale & Purchase Agreement (Perjanjian Jual Beli) dengan PLN dan kami berkomitmen untuk menciptakan transisi yang lancar dari MCTN ke PLN, selaras dengan transisi blok Rokan ke Pertamina Hulu Rokan," ujarnya.

Awalnya komposisi kepemilikan saham MCTN 47,5% dikuasai Chevron Inc, 47,5% oleh Texaco Inc, dan 5% PT Nusa Galih Nusantara. Pada 2001, Chevron dan Texaco bergabung. Sehingga kepemilikan sahamnya menjadi 95% oleh Chevron Standard Limited (CSL) dan 5% PT Nusa Galih Nusantara.

Sebelumnya Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Syahril memastikan pembelian 100% saham MCTN, tak akan memberatkan keuangan perusahaan. Keputusan akuisisi ini sudah melalui proses pertimbangan yang matang.

 

Advertisement
Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait