Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Disahkan RUU Infrastruktur AS

Kenaikan harga minyak dunia juga dipengaruhi kebijakan Arab Saudi yang menaikkan harga patokan minyak mentah untuk pelanggan di Asia pada Desember.
Image title
8 November 2021, 18:14
harga minyak
Katadata
Ilustrasi tangki minyak.

Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada Senin sore (8/11) waktu Indonesia. Kenaikan ini setelah disetujuinya Rancangan Undang-undang tentang Infrastruktur oleh Kongres Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg per pukul 16.24 WIB, harga minyak jenis Brent untuk kontrak pengiriman Januari 2022 naik 1,03% ke level US$ 83,59 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Desember 2021 naik 1,08% ke level US$ 82,15 per barel.

Presiden AS Joe Biden sebelumnya menyambut baik pengesahan RUU infrastruktur senilai US$ 1 triliun yang telah lama tertunda tersebut. Kebijakan ini akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar minyak.

Faktor lain kenaikan minyak karena pertumbuhan ekspor Cina pada Oktober yang melebihi ekpektasi. Kenaikan ini akibat meningkatnya permintaan global menjelang liburan musim dingin dan peningkatan rantai pasokan yang terimbas virus corona.

"Kita dapat mengharapkan pertumbuhan PDB global secara keseluruhan untuk menahan permintaan energi," kata Manajer Phillip Futures Avtar Sandu dikutip dari Reuters Senin (8/11). Dia menambahkan harga minyak dapat naik lebih tinggi pada fundamental yang ketat.

Kenaikan harga minyak dunia juga dipengaruhi kebijakan Arab Saudi yang menaikkan harga patokan minyak mentah untuk pelanggan di Asia pada Desember. Harga patokan tersebut melebihi ekspektasi pasar.

Langkah Aramco menunjukkan permintaan minyak tetap kuat di tengah upaya pengendalian pasokan oleh  produsen OPEC dan eksportir minyak utama lainnya. Adapun, permintaan bahan bakar jet juga diperkirakan akan meningkat seiring pelonggaran pembatasan perjalanan internasional.

OPEC+, pada pekan lalu sepakat untuk tetap pada rencana mereka menggenjot produksi minyak sebesar 400.000 barel per hari mulai Desember.

Biden sendiri telah meminta kepada OPEC+ untuk memproduksi lebih banyak minyak mentah guna meredam kenaikan harga. Di tempat lain, impor minyak Cina merosot pada Oktober ke level terendah dalam tiga tahun.

Ini terjadi lantaran kilang milik negara menahan pembelian minyak mentah mengingat harga yang lebih tinggi. Sementara kilang minyak independen Cina dibatasi oleh kuota terbatas untuk mengimpor minyak mentah.

 

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait