KAI Bongkar Ratusan Bangunan Liar  di Jakarta Utara

Bangunan liar yang berdiri di sekitar lintasan rel kereta api melanggar Undang-Undang tentang Perkeretaapian.
Image title
14 Maret 2022, 14:45
KAI, kereta
ANTARA FOTO/Aprillio Akba/foc.
KRL melintas dengan latar belakang permukiman penduduk dan gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (26/2/2022).

PT Kereta Api Indonesia (KAI) membongkar 326 bangunan liar (bangli) di sekitar lintasan kereta api antara Stasiun Tanjung Priok dan Stasiun Ancol. Kepala Humas Daerah Operasi 1 Jakarta KAI Eva Chairunisa mengatakan pembongkaran bangunan liar antara kedua stasiun tersebut akan terus dilakukan secara bertahap.

Untuk tahap pertama, KAI merobohkan bangunan liar yang tidak permanen. "Secara keseluruhan kegiatan berjalan kondusif, sebagian pemilik bangli juga ada yang telah melakukan pembongkaran mandiri," kata Eva dalam keterangan resmi, Senin (14/3).

Eva menyebutkan bangunan liar yang berdiri di sekitar lintasan rel kereta api telah melanggar tiga pasal dalam Undang-Undang (UU) No. 23-2007 tentang Perkeretaapian. Sanksi maksimum yang dapat dikenakan pada pemilik bangli di sekitar rel kereta api adalah denda paling banyak Rp 15 juta sebagaimana yang dinyatakan dalam pasal 199 UU No. 23-2007.

Ketiga pasal yang dilanggar terkait pendirian bangunan liar dalam UU No. 23-2007 adalah Pasal 173, Pasal 178, dan Pasal 181. Ketiga pasal itu menyatakan setiap orang dilarang membahayakan pengoperasian kereta api dengan mendirikan bangunan di sekitar lintasan kereta api.

Advertisement

Pendirian bangunan di sekitar rel kereta api dianggap menganggu pandangan bebas masinis. Selain itu, bangli bukan bagian dari kepentingan pengoperasian kereta api.

"(Kami) mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan atau mendirikan bangunan di sekitar jalur kereta api karena dapat membahayakan perjalanan kereta api," kata Eva.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun 169,5 kilometer (Km) lintasan kereta api yang tersebar di 10 daerah. Pada saat yang sama, pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas rel kereta di sembilan daerah.

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) memiliki total anggaran Rp 6,78 triliun untuk Tahun Anggaran (TA) 2022. Adapun, pembangunan maupun peningkatan kapasitas rel kereta api dikategorikan sebagai belanja barang dengan anggaran senilai Rp 1,71 triliun.

Pembangunan rel kereta api pada tahun ini secara umum masih didominasi di Pulau Jawa, lalu diikuti oleh Pulau Sumatera dan Pulau Sulawesi. Adapun, rel terpanjang yang akan selesai dibangun pada tahun ini adalah (KA) lintas Makassar-Pare-Pare

Adapun, DJKA memiliki tiga proyek besar, salah satunya sistem angkutan umum masal perkotaan di 6 wilayah.

Dari enam wilayah metropolitan yang disasar Kemenhub, DJKA mengelompokkannya menjadi tiga proyek, yakni Jalan KA Layang Medan-Binjai, pembangunan jalur ganda Kiaracondong-Cicalengka, dan empat peningkatan kapasitas fasilitas di wilayah Jabodetabek.

Secara rinci, fasilitas yang akan ditingkatkan adalah fasilitas perkeretaapian Manggarai-Jatinegara, Jatinegara-Bogor, dan Maggarai-Jakarta Kota.

Sementara itu, dua proyek lainnya adalah peningkatan kapasitas jalur Jabodetabek fase pertama dan proyek MRT tahap pertama.

 

Reporter: Andi M. Arief
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait