Pendapatan Mitra Pengemudi Gojek Naik 18% Setahun di Masa Pandemi

Mayoritas mitra pengemudi Gojek optimistiz penggunaan layanan ojek online akan meningkat ke depannya.
Image title
21 Oktober 2021, 19:35
Gojek
Gojek
Mitra pengemudi Gojek

Riset dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukkan bahwa mitra pengemudi ojek online dari Gojek mengalami peningkatan pendapatan 18% pada tahun ini dibandingkan tahun lalu.

Selain mitra pengemudi GoRide, pendapatan mitra taksi online atau GoCar juga meningkat 24%. Data tersebut hasil survei terhadap 10.837 mitra pengemudi GoRide dan 9.756 mitra pengemudi GoCar yang tersebar di 21 kota. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan pendekatan simple random sampling.

"Hasilnya, pendapatan GoRide dan GoCar meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi," kata peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi dalam konferensi pers virtual pada Kamis (21/10). 

Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan mitra pengemudi Gojek mencatatkan peningkatan pendapatan meski pandemi. Pertama, fleksibilitas waktu dalam kemitraan."Mereka ingin mendapatkan kebebasan dalam menjalankan layanan, seperti on-bid dan off-bid," katanya.

Riset LD FEB UI menyebutkan sebanyak 2/3 mitra pengemudi  merasakan manfaat fleksibilitas waktu kerja dari kemitraan di Gojek.

Kedua, dorongan diskon swadaya, seperti voucer pulsa yang menunjang operasional dari Gojek. Ada sebanyak 84% mitra GoRide dan 80% mitra GoCar yang mendapatkan manfaat diskon swadaya tersebut.

Ketiga, dukungan perlengkapan kesehatan. Keempat, adanya dukungan penyediaan posko aman. "Bantuan sesuai kebutuhan pandemi ini yang dirasakan para mitra," katanya.

LD FEB UI juga mencatat, bahwa 65% mitra pengemudi GoRide optimis penggunaan layanan ojek online akan meningkat ke depannya. Lalu, ada 54% mitra driver juga yang optimis layanan taksi online meningkat.

Meski begitu, Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) mencatat, sejak pemerintah mengumumkan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat pada Juli 2021 hingga PPKM level 4, pendapatan pengemudi ojek online secara keseluruhan rata-rata turun hingga 60%.

Ketua Garda Igun Wicaksono mengatakan, pendapatan membaik setelah beberapa daerah di Jawa – Bali turun status, dari PPKM level 4 menjadi level 3. "Pendapatan ojek online meningkat lagi 50% sampai 60% dibandingkan dengan saat kebijakan PPKM level 4," kata Igun kepada Katadata.co.id, pada September (14/9).

Namun, apabila dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19, pendapatan ojek online belum pulih. "Sebelum Covid-19 pendapatan bisa sampai Rp 300 ribu. Sekarang Rp 150 ribu," ujar Igun.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait