SKK Migas Dukung Investor Punya Opsi 2 Skema Kontrak di Lelang Migas

SKK Migas masih mengkaji kemungkinan kontrak gross split menjadi halangan bagi investor ataupun sebaliknya.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
15 Januari 2020, 21:10
blok migas, dua skema kontrak,
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mendukung penawaran lelang blok migas dengan opsi dua skema kontrak.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendukung langkah Kementerian ESDM yang menawarkan opsi dua skema kontrak dalam lelang wilayah kerja migas pada tahun ini. Keleluasaan ini membuat investor memilih antara skema kontrak gross split dan cost recovery dalam lelang 12 blok migas.

"Yang terpenting tujuannya yakni bagaimana meningkatkan investasi di Indonesia," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Kantor SKK Migas, Rabu (15/1).

Sejak skema gross split diterapkan, terdapat perbedaan pendapat mengenai kebijakan tersebut. Dwi mengatakan lembaganya masih mengkaji kemungkinan kontrak gross split menjadi halangan bagi investor ataupun sebaliknya.

(Baca: ESDM Bakal Lelang 12 Blok Migas dengan Dua Skema Kontrak Migas)

"Ada investor yang menganggap bukan halangan (skema gross split) karena mungkin mereka bisa lebih bebas untuk spending aktifitasnya, tetap dikontrol tetapi mereka mungkin lebih memiliki kewenangan," ujar Dwi.

Mengenai pemilihan skema kontrak migas, nantinya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Jika lapangan mempunyai tingkat risiko yang belum bisa diproyeksi, Dwi menilai kontrak dengan skema cost recovery lebih menarik bagi investor.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal melelang 12 blok minyak dan gas bumi (migas) pada tahun ini. Blok tersebut terdiri dari 10 blok konvensional dan dua blok nonkonvensional.

(Baca: ESDM Klaim Iklim Investasi Hulu Migas RI Masih Menarik Buat Asing)

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Ditjen Migas Kementerian ESDM Mustafid mengatakan pemerintah bakal menawarkan dua skema kontrak migas dalam lelang 12 blok migas tersebut. "Sudah kami siapkan untuk skemanya akan dilihat dari sisi teknis apakah cost recovery atau gross split, yang jelas dari pimpinan terbuka tergantung hasil teknis," kata Mustafid di Kantor Ditjen Migas, Selasa (14/1).

Kementerian ESDM bakal melelang 10 blok migas konvensional terlebih dahulu. Targetnya selesai pada semester pertama tahun ini. Setelah itu, ESDM akan melelang blok migas nonkonvensional. "Kapan (waktunya)? Sedang dipersiapkan berharap Maret atau April konvensional bisa dilelang 10 dulu," ujar Mustafid.

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait