Bahas Ekonomi Dunia, Jokowi Menganalogikan Avengers Melawan Thanos

Penulis: Ameidyo Daud

Editor: Safrezi Fitra

Rabu 12/9/2018, 16.27 WIB

Jokowi mengungkapkan hal ini dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Hanoi, Vietnam

Presiden Jokowi berfoto bersama para pemimpin ASEAN
www.setkab.go.id
Presiden Jokowi berfoto bersama para pemimpin ASEAN lainnya pada WEF on ASEAN, di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganalogikan perekonomian dunia saat ini dengan film produksi Marvel yaitu Infinity War atau perang tak terbatas. Dalam kisah tersebut ada sosok Thanos yang mengancam pemusnahan setengah ekonomi dunia.

Hal dikatakan Jokowi saat berpidato di World Economic Forum (WEF) di Hanoi, Vietnam, Rabu (12/9). Dia mengibaratkan dirinya sebagai salah satu superhero Avengers yang akan bekerjasama dengan Avengers lainnya untuk mencegah pemusnahan tersebut terjadi.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Hal yang disinggung Jokowi sebagai Infinity War adalah perang dagang saat ini yang harus dicegah menjadi perang dagang yang tak terbatas. Jokowi juga menyinggung Thanos di dunia asli bukan sosok tertentu. Namun, keyakinan yang salah, bahwa untuk mencapai keberhasilan, negara lain harus mengalah.

Jokowi meminta semua pihak belajar dari sejarah perekonomian dunia. "Dengan kreativitas, energi, kolaborasi, dan kemitraan, kita akan menikmati kelimpahan," ujar Jokowi. (Baca: Tiga Perang yang Akan Menekan Ekonomi Global)

Presiden juga beranggapan pendapat Thanos tidak sepenuhnya benar, lantaran sumber daya manusia tidak terbatas. Kemajuan teknologi membuat keterbatasan manusia bisa diatasi. Salah satu contohnya adalah pembangkit listrik batubara sudah banyak digantikan tenaga surya yang ringan. Dalam 12 tahun, total berat dan volume televisi, kamera, pemutar musik, hingga surat kabar sudah tergantikan telepon seluler (ponsel) pintar dan komputer tablet.

Menurutnya, ketimbang sumber daya alam, justru sumber daya manusia lah yang seharusnya dipacu tidak terbatas. Dia mencontohkan helatan olah raga Asian Games 2018 adalah pertunjukkan dengan bakat manusia yang besar dengan keterlibatan 14 ribu atlet dan 7 ribu official. "Asian Games dan Asian Para Games merupakan pertunjukkan spektakuler bakat manusia di Asia," ujarnya.

(Baca Ekonografik: Benarkah Visi Thanos, Bumi Terancam Punah?)

Dia menambahkan sumber daya manusia akan mendukung revolusi industri 4.0. Belum lagi banyaknya penduduk usia muda yang akan menjadi motor ekonomi ke depannya. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut bahkan memberi contoh di Indonesia.

"Indonesia telah memiliki empat 'Unicorn' atau empat start up dengan nilai miliaran dolar," katanya. (Baca: Antisipasi Perang Dagang, Jokowi Siapkan Insentif Bagi Industri)