Memahami Rumusan Pancasila Menurut Ir. Soekarno

Annisa Fianni Sisma
16 Desember 2022, 22:33
Rumusan Pancasila Menurut Ir. Soekarno
Katadata
Ilustrasi, Ir Soekarno.

Rumusan Pancasila menurut Ir Soekarno disampaikan pada 1 Juni 1945. Rumusan ini terdiri dari 5 sila. Selain Soekarno, tokoh lain pun hadir dalam sebuah sidang yang turut merumuskan dasar negara. Tokoh tersebut yakni Muh Yamin dan Soepomo.

Namun, tampaknya rumusan Ir. Soekarno menjadi pertimbangan yang dibawa ke langkah selanjutnya. Berkaitan dengan hal tersebut, berikut ini beberapa rumusan Pancasila menurut Ir. Soekarno.

Rumusan Pancasila Menurut Ir Soekarno

Ir. Soekarno yang menyampaikan dasar negara pada 1 Juni 1945 itu menjadi sejarah yang tak terlupakan. Pasalnya, hari itu menjadi Hari Lahir Pancasila. Penyampaian itu dilakukan dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI).

Lima prinsip dasar itu diberi nama Pancasila atas saran seorang teman Ir. Soekarno yang merupakan sosok ahli bahasa. Pancasila memiliki arti lima dasar. Kemudian, Ir. Soekarno pun mempersingkatnya menjadi Tri Sila.

Tri Sila ini mmencakup Sosio-Nasionalisme, yang merupakan sintesis dari Kebangsaan dengan Peri Kemanusiaan, Sosio-demokrasi yang merupakan sintesis dari Mufakat, Kesejahteraan sosial, serta Ketuhanan. Selanjutnya, Ir. Soekarno juga sempat mengusulkan Tri Sila menjadi Eka Sila yang artinya Gotong Royong.

Prinsip-prinsip dasar yang disampaikan oleh Ir. Soekarno dalam perumusan Pancasila merupakan sebuah pernyataan maupun pedoman berpikir dan bertindak dalam menuangkan idenya dengan benar. Ir. Soekarno juga ingin menrumuskan Pancasila guna mencapai suatu keputusan yang disepakati bersama yang sesuai dengan tujuan bersama.

Berkaitan dengan hal tersebut, berikut ini penjelasan terkait rumusan Pancasila menurut Ir. Soekarno selengkapnya melansir dari Paisol Burlian dalam artikel “Pemikiran Soekarno dalam Perumusan Pancasila”.

1. Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme

Ir. Soekarno meletakkan nilai nasionalisme dalam urutan pertamanya dengan maksud menyatukan kondisi masyarakat Indonesia. Rumusan Pancasila menurut Ir. Soekarno ini menyinggung terkait bangsa Indonesia dan kesatuan masyarakat Indonesia.

Masyarakat Indonesia yang majemuk atau plural ini tentu lebih baik memiliki sifat nasionalisme agar bersatu dan mencintai bangsanya. Ir. Soekarno berharap perbedaan tidak membatasi persatuan.

Prinsip ini mirip dengan prinsip kebangsaan yang menjaga pluralitas negara Indonesia. Hal ini juga berlaku dalam menjaga hubungan bangsa dalam negeri dan bangsa luar negeri hingga Indonesia mampu tumbuh dengan baik.

2. Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan

Rumusan Pancasila menurut Ir. Soekarno berikutnya yakni Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan. Prinsip ini yang kemudian diwujudkan dalam Pancasila Sila ke-2. Internasionalisme yang dimaksud bukan kosmopalitanisme. Kosmopolitanisme artinya tidak menginginkan adanya kebangsaan.

Internasionalisme sangat berkaitan erat dengan prinsip kebangsaan yang disampaikan oleh Soekarno di Sila pertama.

3. Mufakat atau Demokrasi

Rumusan Pancasila menurut Ir. Soekarno yang ketiga adalah mufakat atua demokrasi. Mufakat yang merupakan hasil musyawarah. Tampaknya, Ir. Soekarno juga menginginkan demokrasi.

Makna demokrasi sebagai urutan ketiga dalam perumusan Pancasila menurut Soekarno ini adalah pemikiran Soekarno sebagai seorang muslim. Soekarno meletakkan demokrasi di atas kepribadian bangsa Indonesia untuk mengatasi masalah keberagaman yang mampu menciptakan masyarakat adil dan makmur.

4. Kesejahteraan Sosial

Rumusan Pancasila menurut Ir Soekarno yang keempat yakni kesejahteraan sosial. Gagasan kesejahteraan ini muncul karena mengingat Indonesia yang sempat mengalami penindasan dan kemiskinan ekonomi oleh kolonialisme.

Oleh karena itu, Soekarno berharap bangsa Indonesia dapat hidup sejahtera tanpa memandang kelas sosial. Soekarno berharap masyarakat Indonesia pun mampu hidup dengan sejahtera.

5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Rumusan Pancasila menurut Ir. Soekarno berikutnya terkait Ketuhanan. Ir. Soekarno ingin meletakkan Ketuhanan pada urutan terakhir karena sebagai pengokoh atau penguat prinsip sebelumnya.

Pada prinsip ketuhanan ini, Ir. Soekarno nampaknya ingin Indonesia bertuhan dan bernegara Indonesia dengan memberi kebebasan pada rakyatanya untuk bertuhan sesuai agama yang ia yakini. Ia ingin seluruh masyarakt Indonesia dapat beragama tanpa paksaan. Prinsip ini nyatanya kemudian diwujudkan dalam Pancasila sila ke-1. Rumusan ini pun kemudian berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Itulah penjelasan terkait masing-masing rumusan Pancasila menurut Ir. Soekarno. Dalam merumuskan Pancasila, Soekarno berusaha menyatukan semua pemikiran dari berbagai tokoh dan golongan.

Ir. Soekarno juga berusaha membuang kepentingan perorangan, suku, maupun kelompok. Ir. Soekarno menyadari bahwa kemerdekaan Indonesia adalah untuk semua orang bukan hanya golongan tertentu saja.

Dalam perjalanan pengesahan rumusan Pancasila tersebut, terdapat berbagai masukan dan pendapat dari berbagai tokoh. Tokoh-tokoh tersebut juga merupakan perwakilan dari berbagai kelompok.

Meski adanya perdebatan, tokoh-tokoh tersebut berkomitmen mengorbankan waktu, pikiran, tenaga demi masa depan bangsa. Kemudian pada akhirnya, rumusan Pancasila pun dicantumkan pada Alenia Ke 4 Pancasila.

Kelima Pancasila tersebut berbunyi: Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Setiap makna Pancasila tercantum pada bunyi sila, lambang sila, butir-butir pengamalan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait