PLN Beri Diskon Penambahan Daya Listrik, Jawa Barat Terbanyak Ajukan

PLN berlakukan diskon penambahan daya listrik, Jawa Barat menjadi provinsi dengan pelanggan terbanyak yang mengajukan.
Image title
9 April 2019, 12:26
PLN berikan diskon bagi pelanggan yang ingin mengajukan penambahan daya.
PLN
PLN berikan diskon bagi pelanggan yang ingin mengajukan penambahan daya.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN per 1 Maret memberikan diskon biaya 50%-100% untuk pelanggan rumah tangga golongan 220 Volt Ampere (VA) hingga 197 Kilo Volt Ampere (kVA) yang ingin mengajukan penambahan daya listrik. Selama satu bulan PLN mencatat ada 90.062 pelanggan yang mengajukan penambahan daya listrik, dengan jumlah terbanyak berasal dari Jawa Barat, yakni 17.570 pelanggan.

Pemberian diskon oleh PLN untuk penambahan daya listrik ini terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, diskon sebesar 50% untuk golongan 220 VA-197 kVA, yang berlaku hingga 30 April 2019. Kedua, diskon sebesar 75% bagi pelanggan dengan golongan 220 VA-197 kVA, dengan syarat memiliki motor listrik atau kompor induksi. Ketiga, diskon sebesar 100% bagi pelanggan rumah tangga golongan 220 VA-197 kVA, dengan syarat memiliki mobil listrik. Dua jenis diskon ini berlaku hingga 31 Desember 2019.

Sementara, rinciannya dari total pelanggan yang mengajukan penambahan daya listrik di Jawa Barat, sebanyak 17.490 pelanggan mendapatkan diskon 50%, sedangkan yang mendapatkan diskon 75% tercatat 80 pelanggan.

Setelah Jawa Barat, pelanggan terbanyak yang mengajukan penambahan daya listrik ada di Jawa Tengah, totalnya mencapai 11.183 pelanggan. Dari total jumlah pelanggan tersebut, 11.168 pelanggan mendapatkan diskon 50% dan 15 pelanggan mendapatkan diskon 75%. Posisi ketiga ditempati oleh DKI Jakarta, dengan jumlah pelanggan yang mengajukan penambahan daya listrik tercatat sebanyak 9.442 pelanggan, dimana 9.386 pelanggan mendapatkan diskon 50% dan 56 pelanggan diskon 75%.

Advertisement

Kepala Divisi Niaga PLN, Yuddy Setyo Wicaksono menjelaskan, banyaknya pelanggan yang ingin menambah daya di Jawa Barat karena pemerintah daerahnya mendukung adanya konversi kompor gas ke kompor listrik. Selain itu, masyarakat Jawa Barat juga lebih sadar bahwa konversi kompor listrik lebih murah dibandingkan menggunakan gas.

"Sekarang ini masih dianjurkan, tapi mungkin kedepannya dari pemerintah provinsi akan ada perdanya," ujar Yuddy kepada Katadata.co.id, Selasa (9/4).

Menurutnya, konversi ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah menjadi lebih modern. Apalagi konsumsi listrik per kapita merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyakarat.

Selain pengenaan diskon untuk penambahan daya listrik, PLN juga telah memberikan diskon tarif listrik bagi pelanggan dengan golongan R-1 900 Volt Ampare (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM) mulai 1 Maret lalu. Insentif ini diberikan karena adanya efisiensi pada golongan ini menyusul penurunan harga minyak dan penguatan nilai tukar rupiah.

Melalui insentif ini, pelanggan golongan R-1 900 VA RTM hanya membayar tarif listrik sebesar Rp 1.300 per kilowatt hour (kWh) dari tarif normal sebesar Rp 1.352 per kWh. Jumlah pelanggan dengan golongan tersebut tercatat mencapai 21 juta rumah tangga.

Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka menjelaskan, insentif ini juga diberikan karena PLN berhasil melakukan efisiensi, di antaranya penurunan susut jaringan, perbaikan Specified Fuel Consumption (SFC) dan peningkatan Capacity Factor (CF).

“Dengan adanya diskon tarif listrik ini, PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan R-1 900 VA RTM agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonominya dan dalam kegiatan kesehariannya,” kata dia melalui keterangan pers, pertengahan Februari lalu.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait