Gelar Salat Idul Fitri, Gugus Tugas Covid-19 Tekankan Normal Baru

Gugus Tugas Covid-19 menggelar salat Idul Fitri 1441 Hijriyah yang dihadiri 10 orang termasuk Kepala Gugus Tugas Doni Monardo.
Image title
24 Mei 2020, 09:48
Kepala Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo bersama sejumlah staf mengikuti sholat Idul Fitri 1441 H.
Dokumentasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
Kepala Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo bersama sejumlah staf mengikuti salat Idul Fitri 1441 H.

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menghadiri salat Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Kegiatan ini dilakukan bersama dengan beberapa staf Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Ruang Serba Guna Dr. Sutopo Purwo Nugroho Graha BNPB.

Mengutip siaran pers, Minggu (24/5), sholat Idul Fitri 1441 Hijriyah di Graha BNPB ini dilaksanakan dengan hanya dihadiri 10 orang, termasuk Doni. Peserta salat Idul Fitri ini sesuai dengan aturan yang dibuat Panitia kecil Salat Idul Fitri BNPB, sehingga ada jarak yang longgar antarjamaah sekitar dua meter.

"Peserta salat Idul Fitri antara lain Pak Doni, Koorspri Kepala BNPB Kolonel Budi Irawan, Kolonel Hasyim Lalhakim, Jarwansah Direktur Darurat BNPB, dan 5 staf lainnya," ujar Egy Massadiah Tenaga Ahli BNPB yang juga mengikuti salat Ied, dalam siaran pers.

Advertisement

Para peserta, termasuk Doni, merupakan staf Gugus Tugas Covid-19 yang sudah dua bulan lebih bermukim di kantor karena tuntutan tugas penanganan pandemi corona. OLeh karena itu, kegiatan salat Idul Fitri ini sudah sesuai dengan anjuran pemerintah, yakni menjalankan salat Idul Fitri di rumah.

Salat Idul Fitri di Graha BNPB ini dipimpin oleh Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Dr. H. Nadjamuddin Ramly, M.Si sebagai khatib. Dalam khotbahnya, Najamudin membawakan topik "“Kehidupan Normal Baru dalam menggapai Keridhaan Allah Subhanahu Wata’ala”.

“Saat ini Allah Jallajalalu menguji ummatnya dengan wabah pandemik yang sangat berbahaya dan mematikan, virus corona atau Covid-19, sebagaimana FirmanNya dalam Surah AlBaqarah pada ayat 155-156,” ujar Nadjamudin.

(Baca: Ketupat Lebaran, Pasar, dan Bahaya Penyebaran Virus Corona)

Dalam khotbahnya, ia menekankan kehidupan Normal Baru, dengan membudayakan protokol kesehatan yang nantinya bergulir menjadi Gerakan Budaya Baru di kalangan ummat Islam dan masyarakat Indonesia.

Gerakan Budaya Baru ini ia katakan, akan bermuara pada lahirnya peradaban yang tinggi dimana masyarakat sudah hidup pada tatanan yang melekat pada kehidupan sehat dan merekonstruksi masa depannya secara sistemik dan berkelanjutan.

Tak lupa, ia menyebut jargon “4 Sehat 5 Sempurna Baru” versi masa kini. Pola hidup sehat baru ini diharapkan akan menjadi tradisi yang melekat di kehidupan pasca pandemi nanti.

Pola hidup sehat baru yang disebut oleh Najamudin antara lain senantiasa menggunakan masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Kemudian, melakukan olah raga secara teratur, dan menjalankan pola istirahat yang cukup. Terakhir, ia menekankan makan makanan bergizi, halal, dan baik.

Jalannya salat Idul Fitri sendiri tak lebih dari satu jam. Usai salat, ada yang melanjutkan sarapan dengan hidangan ketupat dan coto Makassar dan aneka menu lebaran lainnya.

Menu yang sama pula yang sebelumnya disantap para pemukim Graha BNPB sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.

(Baca: Masjid Istiqlal Tak Gelar Salat Idul Fitri Cegah Penularan Corona)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait