The Fed Larang Pejabatnya Transaksi Saham dan Batasi Investasi Lain

Aturan larangan perdagangan saham dan investasi lainnya dirilis The Fed menyusul skandal investasi.
Image title
22 Oktober 2021, 07:25
the fed, trading saham, perdagangan saham, larangan investasi, pejabat the fed
Reuters
Kebijakan ini menyusul laporan perdagangan yang dilakukan oleh sejumlah pejabat secara aktif yang memicu kegemparan terkait masalah etika.

Bank Sentral AS, The Federal Reserve melarang para pejabat tinggi di bank sentral untuk melakukan pembelian saham dan membatasi aktivitas investasi mereka lainnya sekitar enam minggu. Kebijakan ini menyusul laporan perdagangan yang dilakukan oleh sejumlah pejabat secara aktif yang memicu kegemparan terkait masalah etika. 

Mengutip CNBC,  para pejabat harus memberikan pemberitahuan 45 hari sebelum membeli atau menjual sekuritas apa pun yang masih diperbolehkan dalam aturan terbaru. Mereka juga akan diminta untuk memegang sekuritas setidaknya selama satu tahun, dan mereka tidak dapat membeli atau menjual dana selama "tekanan pasar keuangan yang meningkat

"Aturan baru yang keras ini meningkatkan standar untuk meyakinkan publik bahwa kami mempertahankan fokus tunggal pada misi publik Federal Reserve," kata Ketua Dewan Federal Reserve Jerome Powell dalam sebuah pernyataan.

Dalam siaran persnya, The Fed mengatakan aturan baru itu dimaksudkan untuk membantu menjaga bahkan munculnya konflik kepentingan dalam waktu keputusan investasi.

"Saya berharap tindakan cepat akan memungkinkan kami untuk melupakan ini dan membuat  kembali fokus pada pekerjaan di depan," kata Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic kepada CNBC selama wawancara "Closing Bell".

Aturan tersebut muncul setelah pengungkapan bahwa beberapa pejabat Fed telah membeli dan menjual saham pada saat kebijakan bank sentral dirancang untuk meningkatkan fungsi pasar, terutama selama krisis Covid-19.

Sejak awal pandemi, The Fed telah membeli obligasi lebih dari US$4 triliun untuk meningkatkan perekonomian melalui likuiditas dan suku bunga rendah. The Fed juga membeli miliaran obligasi korporasi dari beberapa nama terbesar di Wall Street dalam upaya untuk memastikan fungsi pasar.

Kedua belas presiden Fed regional akan diminta untuk mengungkapkan kepada publik transaksi keuangan dalam waktu 30 hari, sebuah kebijakan yang sudah berlaku untuk gubernur dan staf senior yang berbasis di Washington. Mereka sebelumnya hanya diharuskan melakukannya setiap tahun. Laporan akan dipublikasikan di situs web Fed.

Pengumuman ini muncul setelah Powell bulan lalu memerintahkan peninjauan aturan etika di seluruh sistem.

“Pada kecepatan yang biasanya dilakukan pemerintah, ini adalah kecepatan yang sangat tinggi. Mereka yang telah kritis terhadap The Fed harus mengakui bahwa Fed memegang standar yang jauh lebih tinggi daripada bagian lain dari pemerintah, termasuk Kongres,” kata Peter Conti-Brown, seorang profesor di University of Pennsylvania. 

Wakil Ketua Fed Richard Clarida dalam laporan pengungkapan keuangannya menunjukkan bahwa dia menukar antara US$ 1 juta dan US$ 5 juta dari dana obligasi menjadi saham, satu hari sebelum Powell mengeluarkan pernyataan yang menandai kemungkinan tindakan kebijakan saat pandemi memburuk.

Dua pejabat The Fed regional yang tersandung dalam skandal perdagangan saham tersebut memilih mundur. Presiden The Fed cabang Boston Eric Rosengren dan Presiden The Fed Dallas Robert Kaplan mengumumkan keputusan pensiun pada Senin (27/9) lalu,

Rosengren (64) mengatakan bahwa dirinya pensiun karena masalah kesehatan dan akan meninggalkan kantor pada Kamis, meski jadwal pensiunnya pada Juni tahun depan. Dia mengatakan telah memenuhi syarat untuk transplantasi ginjal sejak Juni 2020.

Sementara Kaplan yang juga berumur sama, masih memiliki masa tugas hingga 2025, tetapi akan meninggalkan jabatannya pada 8 Oktober.Kaplan dan Rosengren diketahui memperdagangkan aset finansial pada saat The Fed mendukung pasar melewati krisis akibat pandemi. Pengungkapan tersebut menimbulkan kritik luas terhadap potensi konflik kepentingan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait