Kontribusi Perempuan ke Ekonomi Indonesia Bisa Rp 1.957 T pada 2025

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kontribusi perempuan terhadap perekonomian global dapat mencapai US$ 12 triliun pada 2025.
Agatha Olivia Victoria
21 April 2021, 16:35
kontribusi perempuan, perempuan, sri mulyani
Katadata
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kesetaraan perempuan dapat memberikan kontribusi ke ekonomi Indonesia US$ 135 Miliar pada 2025.

Perempuan memiliki peranan dan potensi yang luar biasa di dalam perekonomian. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut kontribusi perempuan terhadap ekonomi Indonesia dapat mencapai US$ 135 miliar atau setara Rp 174.000 triliun (dengan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS) pada 2025.

"Ini apabila perekonomian memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk bisa berkontribusi," ujar Sri Mulyani dalam Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Rabu (21/4).

Sri Mulyani menjelaskan, peranan perempuan di bidang perekonomian Asia-Pasifik pada lima tahun mendatang akan memberi nilai tambah US$ 4,5 triliun. Sedangkan secara global, kesetaraan perempuan dapat memberikan kontribusi ke ekonomi US$ 12 triliun pada 2025.

Selain itu, Sri Mulyani menuturkan bahwa wirausaha perempuan yang mendapat kesempatan sama dengan laki-laki berpotensi meningkatkan PDB global 3-6% menjadi US$ 5 triliun. "Angka itu merupakan studi dari State of Global Islamic Economic Report yang menunjukan bahwa peranan perempuan yang menjadi wirausahawan besar," katanya.

Advertisement

Maka dari itu, menurut dia, pemerintah akan terus memberikan kesempatan yang sama antara perempuan dan laki-laki dalam perekonomian di Tanah Air. Berbagai instrumen keuangan maupun program pemerintah diberikan kepada pelaku usaha perempuan yang menggunakan platform konvensional.

Di sektor UMKM, 53,76% UMKM dimiliki oleh perempuan dengan 97% karyawannya merupakan perempuan. Adapun kontribusi UMKM dalam perekonomian mencapai 61%.  "Peranan perempuan sungguh nyata dan memberikan nilai tambah yang besar dari berbagai segi," ujarnya.

Di bidang investasi, Sri Mulyani menyebutkan bahwa kontribusi perempuan mencapai 60%. Perempuan, menurut dia, juga sudah memiliki daya kompetisi ekspor dengan memberikan pangsa hingga 14,4%.

Tak hanya itu, ia berpendapat, perempuan zaman sekarang lebih melek investasi. Hal tersebut terlihat dari salah satu instrumen ritel pemerintah yang diterbitkan tahun ini yakni ORI017 yang dikuasai 55,8% investor perempuan. Kemudian, meningkat menjadi 57,8% pada kepemilikan ORI018 dan menjadi 58,25% pada SR014.

Tingkat partisipasi perempuan Indonesia di bidang kewirausahaan tertinggi di Asia Tenggara. Meski begitu, para wirausaha perempuan masih menghadapi tantangan berupa kurangnya jaringan bisnis dan keterampilan pemasaran.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil survei Google bersama Kantar  bertajuk Advancing Women in Entrepreneurship. Google mensurvei 990 responden perempuan dan 510 laki-laki pada Januari-Februari 2020 tentang alasan mereka memilih untuk bekerja serta hal yang penting bagi mereka saat mencari pekerjaan.

Penelitian ini menemukan 49% perempuan menyatakan diri sebagai pewirausaha dengan bisnis yang mereka jalankan sendiri saat ini. Sedangkan, 45% berkata baru ingin berwirausaha.

Dari sisi laki-laki, 61% dari mereka berkata sudah menjadi pewirausaha dan 34% menyatakan ingin berwirausaha. Bagi perempuan yang baru memulai berwirausaha, tantangan terbesar yang dihadapi berupa kurangnya rasa percaya diri, ketakutan akan kegagalan, dan pemahaman tentang cara memulai usaha.

Alhasil, 59% wirausaha perempuan saat ini mengatakan bahwa akses ke kelompok sosial yang suportif perlu diperbaiki. “Menciptakan dan mendukung kesempatan berjejaring untuk menghubungkan perempuan dengan orang-orang lain yang sepemikiran akan membantu mengurangi kebingungan mengenai cara memulai bisnis sendiri,” kata  Marketing Director, Google Indonesia, Veronica Utami dalam siaran pers, akhir tahun lalu.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait