Simpanan di Bank Naik Jadi Rp 7.588 T Ditopang Nasabah Tajir

Jumlah simpanan dengan nominal jumbo di atas RP 5 miliar mencatatkan kenaikan tertinggi.
Abdul Azis Said
29 Juni 2022, 14:47
LPS, simpanan bank, perbankan, simpanan
Donang Wahyu|KATADATA
Ilustrasi. LPS mencatat total simpanan pada Mei naik 0,3% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp7.588 triliun.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan nominal simpanan di bank umum naik 0,3% dalam sebulan menjadi Rp 7.588 triliun pada Mei 2022. Simpanan dengan nominal jumbo di atas Rp 5 miliar naik paling tinggi mencapai 1,5% di tengah menurunnya simpanan dalam nominal kecil di bawah Rp 500 juta. 

"Kenaikan nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan di atas Rp 5 miliar sebesar 1,5%, sedangkan penurunan pertumbuhan nominal simpanan terdalam terdapat pada tiering di bawah Rp 100 juta sebesar minus 4,6%," tulis dalam laporan LPS dikutip Rabu (29/6).  

LPS menggolongkan simpanan di bank berdasarkan tujuh tiering simpanan. Tiering terbesar yakni simpanan di atas Rp 5 miliar yang pada bulan lalu tercatat Rp 3.899 triliun. Simpanan jumbo ini menyumbang 51,4% dari total simpanan perbankan bulan lalu.

Kenaikan secara bulanan juga pada tiering simpanan jumbo lainnya yakni tiering di atas Rp 2 miliar-Rp 3 miliar sebesar 1,2% dan kontribusi 8,2% dari total simpanan. Simpanan di atas Rp 1 miliar-Rp 2 miliar naik 0,6% dengan share 6,4%. Simpanan di atas Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar naik 0,2% dengan kontribusi 7,3%.

Advertisement

Simpanan Rp 200 juta-Rp 500 juta stagnan dengan andil 8,5% dar total simpanan. Sementara simpanan di atas 100 juta-Rp 200 juta turun 0,8% dengan kontribusi 5,4%.  Penurunan lebih besar terjadi pada simpanan Rp 100 juta ke bawah, dengan kontribusi terbesar kedua yakni 12,8% terhadap total simpanan bulan lalu.

Berdasarkan jenisnya, simpanan dengan nominal terbesar terdapat pada simpanan deposito yang mencakup 37% total simpanan. Kenaikan nominal simpanan terbesar terdapat pada jenis simpanan giro sebesar 3% secara bulanan, sedangkan penurunan pertumbuhan nominal simpanan terdalam terdapat pada jenis simpanan deposit on call minus 17,4%.

Selain itu, mayoritas dari dana tersebut juga masih disimpan di Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 4 sebesar 50,4% dari total simpanan. Meski begitu, simpanan di kategori bank ini menyusut 1% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara penambahan nilai simpanan terbesar terjadi pada KBMI 1 dan KBMI 2 masing-masing 1,6%.

Berlanjutnya kenaikan jumlah simpanan di bank ini seiring bertambahnya jumlah rekening bank. Hingga akhir bulan lalu, jumlahnya  mencapai 479,8 juta. Jumlah rekening bank naik 1,2% dibandingkan bulan sebelumnya.

Mayoritas dari rekening bank tersebut berisi simpanan dengan nominal kecil di bawah Rp 100 juta, jumlahnya 98,7% dari total simpanan bank. Sementara, jumlah rekening untuk simpanan tiering jumbo di atas Rp 5 miliar hanya sebanyak 122,6 ribu atau kurang dari 0,01% total rekening.

"Berdasarkan jenis simpanan, jumlah rekening simpanan terbanyak terdapat pada tabungan yang mencakup 97,8% total rekening simpanan," kata LPS.

Dari jumlah rekening tersebut, LPS telah memberi penjaminan penuh terhadap 479,6 juta rekening atau sebesar 99,9% dari total rekening. Sisanya sekitar 300 ribu rekening atau sebesar 0,1% hanya diberi penjaminan sebagian sampai Rp 2 miliar. 

Untuk diketahui, sumber data distribusi simpanan tersebut berasal dari laporan bank umum terintegrasi yang disampaikan 107 bank umum. Simpanan yang disajikan tersebut meliputi dana pihak ketiga dan simpanan dari bank lain, tidak termasuk simpanan cabang luar negeri.

 

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait