Imbauan TNI-Polri Jaga Sinergi Usai Penembakan Maut di Cengkareng

Kapolda Metro Jaya meminta maaf kepada TNI AD atas kejadian tersebut. Selain dijerat pidana, pelaku akan dipecat sebagai anggota Polri.
Ameidyo Daud Nasution
25 Februari 2021, 16:39
tni, polri, penembakan anggota TNI
Katadata
Kapolda Metro Jaya dan jajaran Kodam Jaya menggelar konferensi pers penembakan di kafe RM, Cengakreng, Kamis (25/2). Foto: Antara

Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya coba meredam potensi konflik antara personel polisi dan TNI.  Ini lantaran seorang prajurit TNI Angkatan Darat meninggal usai ditembak oleh anggota polisi di sebuah kafe berinisial RM yang berada di bilangan Cengkareng, Jakarta Barat.

Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurachman meminta jajarannya tak membuat isu miring soal penembakan tersebut. Selain itu seluruh personel TNI dan Polri diinstruksikan tetap menjaga sinergi kedua institusi.

“Agar satuan Kodam Jaya maupun yang ada di Jakarta tidak membuat isu yang dapat merusak stabilitas keamanan Ibu Kota,” kata Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol Inf Herwin dalam konferensi pers bersama di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/2) dikutip dari Antara.

Pangdam juga memerintahkan agar Polisi Militer Kodam Jaya ikut mengawal penyidikan kasus penembakan yang berujung maut itu. Ini agar kejadian tersebut bisa diselesaikan lewat mekanisme hukum secara adil.

Tak hanya itu, Polda Metro dan Kodam Jaya akan menggelar patrol bersama untuk mencegah gesekan dua institusi. “Untuk mengurangi tindakan yang dapat merugikan nama institusi Angkatan darat pada khususnya,” kata Herwin.

Sedangkan Kapolda Metro Jaya Inspetur Jenderal Fadil Imran telah berkoordinasi dengan Panglima Kodam dan Pangkostrad Letnan Jenderal Eko Margiyono soal kejadian yang melibatkan anggotanya ini.

Selain memastikan pelaku yakni Bripka CS akan diproses secara hukum, Fadil juga menyampaikan permintaan maaf kepada TNI AD. “Sebagai atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf setinggi-tingginya kepada masyarakat, keluarga korban, dan TNI AD,” kata Fadil.

Fadil mengatakan pelaku akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan. Selain itu Bripka CS juga akan diseret ke pelanggaran kode etik profesi yang berujung pemecatan.

“Kami akan proses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak jadi anggota Polri," kata Fadil.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar (Pol) Yusri Yunus menjelaskan penembakan tersebut terjadi pada pukul 04.00 WIB. Bripka CS, yang hendak melakukan pembayaran, terlibat cekcok dengan pegawai kafe.

Tersangka yang masih dalam kondisi mabuk lalu mengeluarkan senjata api dan menembak empat orang. Tiga orang yakni anggota Kostrad TNI AD berinisial S dan dua pekerja di kafe RM langsung tewas di tempat. Sementara satu korban lagi masih dalam perawatan di rumah sakit.

 

Reporter: Antara
Video Pilihan

Artikel Terkait