Covid-19 Muncul saat Olimpiade Tokyo, Kondisi Atlet RI Masih Aman

Dubes RI mengatakan kasus Covid-19 yang ditemukan menjelang Olimpiade paling banyak berada di luar area kampung atlet
Ameidyo Daud Nasution
23 Juli 2021, 11:29
olimpiade, tokyo, covid, olahraga
ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/Pool/WSJ/sa.
Issei Kato/Pool Sebuah nampan medali yang akan digunakan untuk upacara kemenangan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 ditampilkan selama acara pembukaan di Ariake Arena di Tokyo, Jepang, Kamis (3/6/2021).

Menyebarnya kasus Covid-19 di tengah Olimpiade Tokyo menimbulkan kekhawatiran bagaimana nasib para atlet, terutama asal Indonesia. Namun Kontingen RI tetap yakin kalau kampung atlet tetap aman meski sempat ditemukan kasus virus.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari juga meyakinkan publik bahwa panitia bersikap antisipatif terhadap kasus yang ada. Pria yang akrab disapa Okto itu menambahkan bahwa kasus infeksi yang terjadi tidak secara eksklusif berada di kampung atlet, melainkan di luar perkampungan.

 “Kasus positif ditemukan campur, tidak hanya di kampung atlet,” katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7).

 Selain itu, Okto juga yakin  atlet juga akan menjaga protokol kesehatan dengan ketat selain berlatih untuk mempersiapkan pertandingan. “Jadi, pasti sangat menjaga protokol kesehatan agar tidak kalah sebelum pertandingan,” kata dia.

Advertisement

Duta Besar Indonesia untuk Jepang Heri Akmadi pun mengatakan kasus Covid-19 yang ditemukan paling banyak justru bukan di kampung atlet, namun di luar area tersebut. Adapun atlet yang terpapar corona berjumlah enam orang yaitu Olimpiade dan Paralimpiade.

“Paling banyak adalah kontraktor 44 orang, kemudian 18 personel dari IOC yang sebenarnya tidak bertempat di kampung atlet,” kata Heri, dikutip dari Antara, Kamis (22/7).

Heri menyampaikan Olimpiade Tokyo akan berlangsung aman dari penularan Covid-19. Keyakinan itu didasarkan pada penyelenggaraan kompetisi yang berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Panitia juga memeriksa saliva para atlet dan tim ofisial setiap hari. Selain itu, kegiatan para atlet pun dibatasi. Mereka hanya beraktivitas di lingkungan penginapan, tempat latihan, serta arena pertandingan.

Sebagai tempat perhelatan pertandingan, Tokyo dilaporkan mencetak kasus infeksi baru sebanyak 1.832 pada Rabu (21/7).  Meski demikian, Ketua Penyelenggara Olimpiade Tokyo Toshiro Muto mengatakan Olimpiade akan tetap digelar pada 23 Juli hingga 8 Agustus.

Reporter: Akbar malik Adi Nugraha (magang)

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait